Panen Raya di Wuluhan Jadi Ruang Evaluasi, Produktivitas dan Serap Gabah Tuai Sorotan
- 30 Maret 2026
- Dibaca 222 Kali
Bagikan Via:
Panen Raya di Wuluhan Jadi Ruang Evaluasi, Produktivitas dan Serap Gabah Tuai Sorotan
JEMBER, 30 MARET 2026 -Panen raya padi di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, menjadi momentum penting tidak hanya untuk memanen hasil, tetapi juga mengevaluasi capaian produksi dan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan. Kegiatan yang digelar pada Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 ini melibatkan unsur Muspika serta Bulog.
Panen dilakukan oleh Kelompok Tani Tani Makmur yang diketuai oleh Pak Sucipto. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan ubinan untuk mengukur produktivitas secara langsung di lapangan. Hasil ubinan menunjukkan capaian sebesar 5,10 kilogram per ubinan, yang jika dikonversikan setara dengan sekitar 8,16 ton per hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Luhur Prayogo, S.P., M.P, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan panen awal yang sekaligus menjadi bagian dari panen raya di wilayah tersebut.
“Ini panen awal, panen raya padi. Ubinannya itu dapat sekitar lima koma sepuluh kilogram, dan kalau dihitung hasilnya kurang lebih delapan ton seratus enam puluh per hektare,” jelasnya, Senin 30 Maret 2026.
Kegiatan panen raya ini dilaksanakan di lokasi yang termasuk dalam lahan Program Agro Solution Makmur dari Pupuk Indonesia, yang menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian melalui dukungan sarana produksi dan pendampingan di lapangan.
Selain aspek produksi, kegiatan ini juga menyoroti penyerapan hasil panen. Dalam prosesnya, Bulog turut melakukan pembelian gabah secara langsung di lokasi, sehingga hasil panen petani dapat segera terserap.
“Yang dibahas itu juga serap gabah oleh Bulog, termasuk pembelian langsung di lapangan. Jadi tidak hanya panen, tapi bagaimana hasilnya bisa terserap dan mendukung kebutuhan beras,” lanjutnya.
Panen raya ini juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara petani dan pemangku kepentingan. Berbagai persoalan yang muncul di lapangan dihimpun, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada musim tanam berikutnya.
Di sisi lain, kegiatan ini juga tidak lepas dari nilai sosial yang telah menjadi tradisi masyarakat setempat. Panen raya kerap diiringi dengan kegiatan syukuran yang memperkuat kebersamaan antarpetani.
"Biasanya di wilayah selatan itu ada tradisi syukuran saat tanam dan panen. Selain untuk bersyukur, ini juga jadi ajang silaturahmi dan tempat menyampaikan permasalahan serta solusi ke depan,” ungkapnya.
Dengan menggabungkan pengukuran produktivitas, penyerapan hasil panen, serta forum diskusi bersama, panen raya di Desa Dukuh Dempok tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi padi di tingkat petani. (fan)