logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Panti Kanaan Kelurahan Gebang, Rumah Harapan bagi Anak-anak dan Lansia yang Terlupakan

  • 11 Juni 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
panti-kanaan-kelurahan-gebang-rumah-harapan-bagi-anak-anak-dan-lansia-yang-terlupakan-20260611

Panti Kanaan Kelurahan Gebang, Rumah Harapan bagi Anak-anak dan Lansia yang Terlupakan

JEMBER, 11 JUNI 2026 - Panti Asuhan Kanaan yang berada di Jalan Manggar Nomor 60-62, Kelurahan Gebang, Kabupaten Jember, tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi anak-anak kurang mampu, tetapi juga rumah bagi para lanjut usia yang sudah tidak memiliki keluarga untuk merawat mereka.

Di bawah naungan Yayasan Wahana Muda Jember tersebut, anak-anak dan lansia hidup berdampingan dalam suasana kekeluargaan. Mereka saling mendukung dan mengisi satu sama lain melalui berbagai aktivitas sehari-hari.

Ketua Panti Asuhan Kanaan Daniel Lantakay mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan seluruh penghuni. Anak-anak tidak hanya memperoleh tempat tinggal, tetapi juga pendidikan dan pembinaan sebagai bekal menghadapi masa depan.

"Kami mengurus, membina, mengasuh anak-anak yang kurang mampu dan mengalami berbagai persoalan dalam keluarga. Mereka kami bimbing dan sekolahkan agar kelak menjadi generasi yang baik, berhasil, dan berguna bagi banyak orang," katanya, saat di konfirmasi di kelurahan Gebang, Kamis 11 Juni 2026.

Saat ini, Panti Asuhan Kanaan dihuni sekitar 27 orang yang terdiri atas 17 anak asuh, empat lansia, dan tiga pengurus. Menurut Daniel, keberadaan anak-anak dan lansia dalam satu lingkungan menjadi nilai lebih yang membedakan panti tersebut dengan lembaga sosial lainnya.

Anak-anak diajarkan menghormati dan melayani orang yang lebih tua, sedangkan para lansia memberikan perhatian, nasihat, dan doa bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan.

"Ada kesinambungan antara anak-anak dan para lansia. Anak-anak belajar melayani orang tua, sedangkan para lansia menjadi sosok yang mendoakan dan mendukung mereka," ujarnya.

Selain menjalankan fungsi sosial, yayasan tersebut juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui pertanian terpadu. Berbagai lahan yang tersedia dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan penghuni sekaligus mengajarkan kemandirian.

"Kami memiliki slogan, 'Tidak Ada Satu Pun Sejengkal Tanah yang Nganggur'. Artinya, setiap lahan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari," kata Daniel.

Panti Asuhan Kanaan juga mengelola penjualan pakaian layak pakai dengan harga terjangkau untuk membantu masyarakat sekitar sekaligus mendukung operasional yayasan.

Menariknya, lembaga sosial tersebut terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan agama maupun latar belakang suku. Penghuninya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Papua, Nias, Sumatra Utara, hingga Jawa.

Lurah Gebang Nanang Suwono mengapresiasi kontribusi Yayasan Kanaan yang selama ini membantu pemerintah dalam menangani persoalan sosial dan pendidikan di masyarakat.

"Penghuni di sana berasal dari berbagai daerah dan suku. Jadi keberagamannya sangat luar biasa. Kehadiran Yayasan Kanaan sangat membantu pemerintah, terutama dalam bidang sosial dan pendidikan," katanya.

Nanang berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat memberikan dukungan lebih besar agar program-program sosial yang dijalankan yayasan tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (yud)

Galeri Foto