Panti Perkuat Pariwisata Edukasi, Desa Suci Jadi Destinasi Belajar Mahasiswa Thailand
- 17 Juni 2026
- Dibaca 34 Kali
Bagikan Via:
Panti Perkuat Pariwisata Edukasi, Desa Suci Jadi Destinasi Belajar Mahasiswa Thailand
JEMBER, 17 JUNI 2026 – Desa Suci, Kecamatan Panti, kembali menarik perhatian internasional. Kali ini, desa tersebut menjadi tujuan wisata edukasi bagi delegasi mahasiswa asal Thailand yang datang untuk mempelajari pengembangan pertanian organik, pemberdayaan UMKM, dan pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat, Rabu 17 Juni 2026.
Kunjungan ini mendapat pendampingan langsung dari Pemerintah Kecamatan Panti sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor educational tourism sekaligus membuka peluang kerja sama internasional di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Rombongan mahasiswa Thailand disambut hangat sejak tiba di Desa Suci. Penyambutan dilakukan dengan tarian tradisional dan pengalungan syal khas daerah oleh tokoh masyarakat setempat sebagai simbol penghormatan dan keramahan warga.
Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos., M.M., mengatakan Desa Suci dipilih karena dinilai berhasil membangun ekosistem desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan.
“Ini menjadi peluang besar bagi Kecamatan Panti untuk menunjukkan potensi lokal kepada dunia internasional. Desa Suci tidak hanya memiliki panorama alam yang asri, tetapi juga mampu mengintegrasikan pertanian, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu konsep wisata edukasi,” ujarnya.
Selama kunjungan, para mahasiswa diajak mengunjungi sejumlah titik edukasi, salah satunya pusat pengolahan pertanian organik. Di lokasi tersebut, mereka mempelajari teknik pertanian terpadu yang minim bahan kimia serta sistem pengelolaan irigasi dan pascapanen yang diterapkan kelompok tani setempat.
Antusiasme peserta terlihat saat mereka aktif berdiskusi dan mencatat berbagai metode pengelolaan pertanian yang dinilai relevan untuk diterapkan di negara asal mereka.
Tidak hanya belajar sektor pertanian, delegasi Thailand juga mengunjungi sentra kerajinan tangan dan kuliner khas Desa Suci. Mereka mencoba langsung proses pembuatan kerajinan berbahan sampah daur ulang serta mencicipi makanan tradisional lokal.
Pemerintah Kecamatan Panti turut memfasilitasi proses penerjemahan agar diskusi mengenai strategi pemasaran digital UMKM desa dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta.
Perwakilan mahasiswa Thailand mengaku terkesan dengan keterlibatan pemuda desa dalam menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan modernisasi. Mereka juga menilai kebersihan lingkungan dan keramahan masyarakat menjadi daya tarik utama Desa Suci.
Pemerintah Kecamatan Panti berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi awal terbentuknya jejaring kerja sama internasional yang lebih luas.
Ke depan, Kecamatan Panti berencana membuka peluang kunjungan serupa bagi delegasi dari berbagai negara untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus meningkatkan eksposur global sektor wisata edukasi di wilayah tersebut.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan pertukaran cenderamata antara Pemerintah Kecamatan Panti, Pemerintah Desa Suci, dan delegasi mahasiswa Thailand. Desa Suci pun kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata edukasi yang mampu menjembatani pertukaran budaya dan pengetahuan lintas negara. (jha)