Pasca NCAAS 2026, Sinergi Pemerintah dan ISPI Diperkuat untuk Pengembangan Peternakan Lokal
- 07 Oktober 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Pasca NCAAS 2026, Sinergi Pemerintah dan ISPI Diperkuat untuk Pengembangan Peternakan Lokal
JEMBER – Pelaksanaan The National Conference of Applied Animal Science (NCAAS) 2026 di Auditorium Vokasi Politeknik Negeri Jember (Polije), Sabtu (3/10/2026), menghasilkan sejumlah penguatan arah pembangunan peternakan, khususnya dalam pelestarian dan peningkatan kualitas genetik ternak lokal.
Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Pelestarian dan Peningkatan Kualitas Genetik Ternak Lokal sebagai Pilar Strategis dalam Mewujudkan Kemandirian dan Kedaulatan Peternakan Nasional” tersebut dihadiri Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur beserta jajaran dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Jember beserta jajaran. Kehadiran kedua unsur pemerintah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi dan sinergi lintas sektor bersama perguruan tinggi serta organisasi profesi.
Pasca kegiatan, penguatan kualitas genetik ternak lokal menjadi salah satu hal yang perlu terus ditindaklanjuti melalui pelestarian sumber daya genetik, peningkatan mutu bibit, penguatan sistem reproduksi dan pemanfaatan teknologi peternakan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung kemandirian peternakan.
Selain konferensi, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Cabang Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (PC ISPI) periode 2026–2031 untuk wilayah Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang. Kehadiran kepengurusan baru diharapkan menjadi momentum memperkuat peran tenaga profesional dalam pembangunan peternakan.
Ketua PC ISPI Jember, Ir. Purwoto, S.Pt., IPM, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi dan organisasi profesi.
“ISPI menjadi wadah bersama bagi insan peternakan, baik praktisi, akademisi maupun birokrasi. Dengan sinergi yang kuat, kompetensi para profesional diharapkan dapat semakin memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peternakan,” ujar Purwoto.
Menurutnya, organisasi profesi ke depan perlu terus meningkatkan kompetensi, militansi dan posisi tawar anggotanya. Penguatan jaringan serta perluasan cakupan organisasi juga diharapkan mampu memperbesar kontribusi ISPI terhadap pembangunan peternakan di daerah.
Adapun PC ISPI Jember dipimpin Ir. Purwoto, S.Pt., IPM sebagai Ketua dan Amelia Rahmawati, S.Pt. sebagai Bendahara. Sementara PC ISPI Banyuwangi diketuai Ir. Abd. Rozak, S.Pt.; Situbondo diketuai Ir. Ahmad Sahrul, S.Pt.; Bondowoso diketuai Dr. Nurwidodo, S.Pt., M.Si.; dan Lumajang diketuai Siswanto, S.Pt.
Melalui hasil NCAAS 2026 dan terbentuknya kepengurusan baru PC ISPI, sinergi pemerintah, perguruan tinggi dan organisasi profesi diharapkan semakin solid. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pengembangan sumber daya genetik, peningkatan kompetensi profesional, serta kemajuan peternakan lokal yang berkelanjutan.(ran)