logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Pawai Obor dan Maulid Nabi di Sukogidri Berlangsung Khidmat, Petugas Pastikan Kegiatan Aman dan Kondusif

  • 08 Oktober 2026
  • Dibaca 272 Kali
Bagikan Via:
pawai-obor-dan-maulid-nabi-di-sukogidri-berlangsung-khidmat-petugas-pastikan-kegiatan-aman-dan-kondusif-20261010

Pawai Obor dan Maulid Nabi di Sukogidri Berlangsung Khidmat, Petugas Pastikan Kegiatan Aman dan Kondusif

JEMBER, 08 OKTOBER 2026 – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung di Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Kamis 08 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai obor yang kemudian dilanjutkan pengajian umum di Balai Desa Sukogidri.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 22.15 WIB tersebut diikuti sekitar 350 jamaah dari berbagai unsur masyarakat. Selain menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, sekaligus menjaga kebersamaan dan ketertiban lingkungan.

Pawai obor menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Peserta mengambil titik awal dari kediaman Kepala Desa Sukogidri, H. M. Purnoto, kemudian berjalan menuju Balai Desa Sukogidri dengan jarak tempuh sekitar 1,5 kilometer.

Kegiatan pawai mendapat pengawalan dari Patroli Strada Polsek Ledokombo. Pengawalan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh rangkaian pawai dapat berjalan tertib dan aman, terutama pada saat peserta bergerak melewati jalur yang dilalui.

Setibanya di Balai Desa Sukogidri, jamaah kemudian mengikuti pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika Ledokombo, di antaranya Kapolsek Ledokombo IPTU Andrias Suryo Rubedo, SH, Kasi PMKS Kecamatan Ledokombo Imam Turmudzi, A.Md.Kep., yang mewakili Camat Ledokombo, serta Serka Nurani selaku Babinsa Sukogidri yang mewakili Danramil Ledokombo.

Turut hadir Kepala Desa Sukogidri H. M. Purnoto bersama jajaran perangkat desa, KH. M. Izzuddin selaku Pengasuh PP Nurul Manan Sukogidri, Habib Muhammad dari Bondowoso, LH. Ahmad Sa'dud Daroin atau Gus Aak dari Pamekasan, Madura, para santriwan dan santriwati, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Desa Sukogidri.

Rangkaian pengajian diawali dengan pembukaan dan tawassul yang dipimpin KH. M. Izzuddin. Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukogidri H. M. Purnoto menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi dan mengevaluasi amal perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan dan hijrah Nabi Muhammad SAW. Pemerintah Desa Sukogidri, menurutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang memiliki nilai positif bagi pembinaan masyarakat.

"Kegiatan seperti ini menjadi momentum bagi kita untuk melakukan introspeksi diri, mengevaluasi amal perbuatan dan meneladani perjuangan Rasulullah SAW. Pemerintah Desa Sukogidri tentu mendukung kegiatan keagamaan seperti ini dan kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan," ujar Purnoto.

Setelah sambutan kepala desa, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil, pembacaan shalawat Nabi, serta ceramah agama yang disampaikan LH. Ahmad Sa'dud Daroin atau Gus Aak dari Pamekasan, Madura.

Dalam tausiyahnya, Gus Aak mengingatkan jamaah bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus kecintaan kepada Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW disebut sebagai rahmat bagi seluruh alam dan sosok yang memiliki akhlak terbaik untuk dijadikan teladan dalam kehidupan.

Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang dapat menjadi tujuan utama peringatan Maulid Nabi, yakni mengingat kembali perjuangan Rasulullah SAW, menumbuhkan kecintaan kepada beliau melalui memperbanyak shalawat, serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Akhlak Nabi yang patut diteladani, lanjutnya, antara lain kejujuran yang tercermin melalui gelar Al-Amin, sikap lembut dan pemaaf, termasuk kepada orang-orang yang memusuhinya, serta keteguhan Rasulullah dalam menjalankan ibadah.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan masyarakat di era saat ini. Gus Aak mengajak jamaah untuk menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam tiga aspek kehidupan, yakni lisan, perbuatan dan hati.

Dari sisi lisan, masyarakat diajak memperbanyak shalawat dan menjaga ucapan. Dari sisi perbuatan, masyarakat didorong untuk menghidupkan sunnah-sunnah Nabi dalam aktivitas sehari-hari. Sementara dari sisi hati, setiap orang diharapkan mampu menjadi pribadi yang membawa rahmat dan kedamaian, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun ketika berinteraksi di media sosial.

"Jangan sampai peringatan Maulid hanya berhenti pada acara. Nilai yang kita dapat harus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan. Lisan kita diperbanyak dengan shalawat, perbuatan kita diisi dengan sunnah dan kebaikan, sedangkan hati kita harus menjadi sumber rahmat, bukan sumber kebencian," pesan Gus Aak dalam tausiyahnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan mahalul qiyam yang dipimpin Habib Muhammad. Setelah itu, doa dipimpin KH. M. Imanuddin selaku Pengasuh PP Nurul Manan Sukogidri hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Mewakili Camat Ledokombo, Kasi PMKS Kecamatan Ledokombo Imam Turmudzi, A.Md.Kep., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang mampu menggabungkan syiar keagamaan dengan kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar membutuhkan sinergi berbagai pihak agar dapat berjalan tertib, aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Atas nama Kecamatan Ledokombo, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan Maulid Nabi ini dapat terlaksana dengan baik. Pawai obor dan pengajian bukan hanya menjadi sarana memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat," kata Imam Turmudzi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, pemerintah, aparat keamanan, panitia, serta masyarakat memiliki peran yang sama dalam menciptakan suasana kegiatan yang kondusif.

"Ketertiban bukan hanya tugas aparat. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap semangat kebersamaan seperti ini terus dipertahankan, sehingga setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman dan memberikan dampak positif," imbuhnya.

Dari sisi pengamanan, pelayanan pengawalan melibatkan lima personel Polsek Ledokombo, dua personel Koramil Ledokombo, satu personel Satpol PP Kecamatan Ledokombo, satu tim tenaga kesehatan Puskesmas Ledokombo, enam anggota Linmas Desa Sukogidri, serta 10 anggota Banser Kecamatan Ledokombo.

Kehadiran personel gabungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pawai obor hingga pengajian umum, dapat berjalan dengan tertib. Pengamanan juga menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya untuk mengantisipasi potensi gangguan selama mobilitas peserta pawai dan berlangsungnya kegiatan di lokasi pengajian.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Sukogidri pada akhirnya tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.

Dengan mengusung pesan keteladanan Rasulullah SAW, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan penguatan moral bagi masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus mempererat persatuan warga Desa Sukogidri.

Seluruh rangkaian pelayanan pengawalan pawai obor dan pengajian umum tersebut berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 22.15 WIB. (yus)

Galeri Foto