Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi, Layanan Home Care Hadir bagi Ibu Hamil Risti
- 11 September 2026
- Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi, Layanan Home Care Hadir bagi Ibu Hamil Risti
JEMBER, 11 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui program home care. Jumat 11 September 2026, Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan bersama Kecamatan Sumbersari dan Puskesmas Gladak Pakem memberikan layanan kesehatan langsung kepada seorang ibu hamil risiko tinggi (risti) di Lingkungan Langsepan, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember.
Berbeda dengan layanan sebelumnya yang menyasar lansia tunggal dengan riwayat penyakit kronis, home care kali ini diberikan kepada ibu hamil yang memiliki riwayat hipertiroid. Kondisi tersebut membutuhkan pemantauan secara berkala karena dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan ibu maupun janin.
Kepala Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, mengatakan layanan tersebut dilakukan untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Hari ini, kami sebagai OPD pendamping kegiatan home care, bersama Kepala Puskesmas Gladak Pakem, Dinas Perpustakaan, dan Lurah Kranjingan, melakukan home care kepada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi. Layanan ini untuk memastikan ibu hamil tersebut mendapatkan pelayanan kesehatan yang semestinya,” ujar Nino.
Kepala Puskesmas Gladak Pakem, dr. Tunsiyah, menjelaskan bahwa pemeriksaan dan pemantauan terhadap ibu hamil dengan riwayat hipertiroid sangat penting dilakukan secara rutin. Pemantauan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi risiko selama masa kehamilan hingga persalinan.
“Ibu hamil yang kami kunjungi hari ini memiliki usia kehamilan 32 minggu dan memiliki riwayat hipertiroid. Kondisi ini berisiko terhadap kehamilan dan persalinan sehingga perlu mendapatkan pemantauan secara rutin. Jika tidak ditangani sejak awal, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan kesehatan bayi,” jelasnya.
Menurut Tunsiyah, kondisi ibu hamil tersebut relatif terpantau karena yang bersangkutan secara rutin melakukan pemeriksaan kehamilan setiap bulan. Pemeriksaan berkala menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan kondisi ibu dan janin sekaligus mengantisipasi kemungkinan risiko menjelang persalinan.
“Kami bersyukur yang bersangkutan rutin melakukan kontrol dan pemeriksaan kehamilan setiap bulan. Dengan pemantauan yang baik, berbagai kemungkinan risiko saat proses persalinan dapat diantisipasi sejak dini,” katanya.
Sementara itu, Miskiyah, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Kranjingan, mengapresiasi pelaksanaan home care tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas kesehatan secara langsung ke lingkungan warga memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
“Tetangga saya ini sudah hamil sekitar delapan bulan dan merupakan kehamilan pertamanya. Sejak kecil memang memiliki riwayat sakit pada saraf, tetapi sebelumnya tidak separah sekarang. Sejak hamil, kondisinya lebih sering kambuh,” ujar Miskiyah.
Ia berharap pendampingan dan pemeriksaan yang dilakukan secara rutin dapat membantu memastikan proses persalinan berjalan lancar serta ibu dan bayi dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah, dengan adanya home care, tetangga saya bisa mendapatkan perawatan dan pemantauan yang baik. Semoga proses kelahirannya nanti berjalan lancar dan ibu serta bayinya diberikan kesehatan dan keselamatan,” pungkasnya. (al)