Pegawai Kelurahan Slawu Tinjau UMKM Kuliner Abdul Fatah yang Bertahan Sejak 2013
- 02 September 2025
- Dibaca 298 Kali
Bagikan Via:
Pegawai Kelurahan Slawu Tinjau UMKM Kuliner Abdul Fatah yang Bertahan Sejak 2013
PPID.JEMBER – Dua pegawai Kelurahan Slawu, Mamik Ida Wahyuni dan Suyono, melakukan peninjauan ke usaha kuliner milik Abdul Fatah, salah satu pelaku UMKM di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Selasa (2/9/2025) siang. Kunjungan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah kelurahan atas dedikasi Abdul Fatah yang mampu mempertahankan usahanya lebih dari 12 tahun.
UMKM kuliner Abdul Fatah berdiri sejak tahun 2013. Awalnya ia hanya berjualan bakso dengan gerobak sederhana. Seiring berjalannya waktu, ia menambah variasi menu seperti cilot, gorengan, cireng, tahu kocek, kopi, hingga es. Penambahan menu tersebut terbukti efektif menarik pelanggan dari berbagai kalangan. Kini usahanya beroperasi setiap hari dari pagi hingga malam. Pada siang hari, ia menjajakan cilot dan menu ringan, sedangkan pada malam hari hingga pukul 24.00 bakso menjadi andalan utama.
Lokasi berjualan Abdul Fatah terbilang fleksibel. Ia sering mangkal di sekitar Lapangan Slawu dan beberapa titik keramaian lain di wilayah kelurahan. Selain itu, ia juga memanfaatkan momentum acara-acara tertentu untuk menambah pemasukan. Uniknya, Abdul Fatah memiliki tradisi pribadi untuk tidak berjualan setiap Jumat Legi.
Keberadaan usahanya cukup populer, terutama di kalangan suporter sepak bola Jember yang kerap mampir selepas pertandingan untuk menikmati hidangan hangat dengan harga terjangkau. Meski sempat mengalami penurunan pendapatan saat pandemi COVID-19 pada 2020, Abdul Fatah tetap mampu bertahan berkat semangat, kreativitas, dan inovasi dalam menjaga usahanya.
“Apresiasi kami berikan kepada Abdul Fatah yang telah tekun mempertahankan usahanya selama lebih dari 12 tahun. Semoga kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Jember,” ujar salah satu pegawai kelurahan.
Pemerintah kelurahan berharap kehadiran mereka tidak hanya memberikan dorongan moral, tetapi juga memotivasi UMKM lokal agar terus tumbuh dan berkembang. Kisah Abdul Fatah dinilai sebagai bukti nyata bahwa kerja keras dan inovasi dapat membuat usaha kecil bertahan menghadapi berbagai tantangan.