Keterbukaan Informasi Jadi Fokus DTPHP Jember dalam Monitoring Kios Pupuk di Jenggawah dan Mumbulsari
- 14 Mei 2026
- Dibaca 100 Kali
Bagikan Via:
Keterbukaan Informasi Jadi Fokus DTPHP Jember dalam Monitoring Kios Pupuk di Jenggawah dan Mumbulsari
JEMBER, 14 MEI 2026 – Distribusi pupuk bersubsidi tidak hanya berbicara soal ketersediaan barang di gudang atau kelancaran penyaluran ke petani. Di tingkat lapangan, hal yang tak kalah penting justru terletak pada keterbukaan informasi. Mulai dari harga pupuk, kesesuaian data penerima, hingga kondisi stok yang tersedia, semuanya menjadi bagian yang menentukan rasa aman petani saat menebus pupuk bersubsidi.
Hal itulah yang menjadi perhatian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember saat melakukan monitoring dan pembinaan di sejumlah kios pupuk di Kecamatan Jenggawah dan Mumbulsari, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pengawas Mutu Hasil Pertanian Bidang Hortikultura DTPHP Jember, RR. Widhawati, S.P., bersama tim teknis dinas.
Dua kios pupuk menjadi lokasi monitoring, yakni UD. Makmur Sejahtera dan Sinar Rejeki. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya transparansi dalam distribusi pupuk bersubsidi.
Di tingkat kios, keterbukaan informasi menjadi hal yang sangat dekat dengan kebutuhan petani. Daftar harga pupuk sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), ketersediaan stok, hingga kesesuaian data e-RDKK menjadi informasi yang harus mudah diakses dan dipahami masyarakat. Karena itu, tim melakukan pengecekan administrasi penyaluran, mencocokkan data dalam sistem e-RDKK, sekaligus memastikan stok pupuk tersedia sesuai ketentuan.
Bagi DTPHP Jember, kios pupuk tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi, tetapi juga menjadi titik layanan yang langsung bersentuhan dengan petani. Dari tempat inilah kepercayaan terhadap sistem distribusi pupuk dibangun.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga berdialog langsung dengan pengelola kios untuk menggali berbagai kendala di lapangan sekaligus memperkuat pemahaman terkait tata kelola distribusi pupuk yang tertib dan terbuka. Pendekatan ini dinilai penting agar pengelola kios tidak hanya memahami aturan secara administratif, tetapi juga memahami dampaknya bagi petani.
“Kami ingin memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai aturan, transparan, dan tepat sasaran. Kios ini menjadi titik penting yang langsung berhubungan dengan petani,” ujar RR. Widhawati saat kegiatan berlangsung.
Selain itu, pemasangan daftar harga pupuk sesuai HET secara terbuka juga menjadi perhatian dalam monitoring tersebut. Langkah sederhana ini dinilai mampu memberikan kepastian bagi petani sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman dalam proses penebusan pupuk bersubsidi.
Melalui monitoring yang dilakukan langsung di tingkat kios, DTPHP Jember berharap distribusi pupuk bersubsidi tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga semakin terbuka dan mudah dipahami masyarakat. Dengan keterbukaan informasi yang semakin baik, petani diharapkan dapat memperoleh pupuk dengan lebih tenang, jelas, dan sesuai haknya. (fan)