Pelacakan Aktif TBC di Slawu, Nakes Sasar Kontak Erat Pasien untuk Cegah Penularan
- 01 April 2026
- Dibaca 205 Kali
Bagikan Via:
Pelacakan Aktif TBC di Slawu, Nakes Sasar Kontak Erat Pasien untuk Cegah Penularan
JEMBER, 01 APRIL 2026 – Upaya pencegahan penyebaran tuberkulosis (TBC) terus digencarkan. Tenaga kesehatan (nakes) dari UPTD Puskesmas Banjarsengon melakukan pelacakan aktif terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.
Kegiatan ini menyasar lingkungan tempat tinggal pasien atas nama Fara yang berdomisili di rumah Bapak Sugiantoro, Jalan Manyar, Lingkungan Puring, RT 2 RW 2. Pelacakan dilakukan bersama kader kesehatan dengan mendatangi langsung warga sekitar.
Petugas nakes, Citra Dewi Y.S., menjelaskan bahwa pelacakan aktif merupakan langkah penting dalam upaya pengendalian TBC, khususnya untuk mendeteksi dini potensi penularan di lingkungan sekitar pasien.
“Pelacakan ini bertujuan menemukan orang-orang yang berisiko tertular, baik kontak serumah maupun kontak erat lainnya. Dengan begitu, pemeriksaan dan penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain pendataan, petugas juga memberikan edukasi kepada warga terkait gejala TBC, cara penularan, serta pentingnya pemeriksaan lanjutan. Warga diimbau untuk tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, dan demam.
“Kami ingin masyarakat paham bahwa semakin cepat terdeteksi, maka pengobatan bisa segera dimulai dan peluang sembuh semakin besar,” tambah Citra.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien juga menjalani skrining awal. Langkah ini dinilai krusial untuk memutus rantai penularan penyakit yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat.
Citra juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung program eliminasi TBC. Ia mengimbau warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta tidak memberikan stigma negatif terhadap pasien.
“Penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan teratur. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan bagi kesembuhan pasien,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Slawu, Fathulla, S.AP, mengapresiasi langkah cepat tenaga kesehatan dalam melakukan pelacakan aktif di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan.
“Pemerintah kelurahan mendukung penuh kegiatan ini. Kami juga akan terus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan dan tidak mengucilkan pasien TBC,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dapat semakin memperkuat upaya penanggulangan TBC di wilayah Slawu. (rus)