Pelatihan Eco Print di Sumberbaru Buka Peluang Usaha Kreatif bagi Anak Tidak Sekolah
- 17 Juni 2026
- Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
Pelatihan Eco Print di Sumberbaru Buka Peluang Usaha Kreatif bagi Anak Tidak Sekolah
JEMBER, 17 Juni 2026 – Upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendukung penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Eco Print Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember di Aula Kantor PGRI Sumberbaru, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Anak Tidak Sekolah (ATS) dan sejumlah warga dari berbagai desa di Kecamatan Sumberbaru. Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal usaha mandiri sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sumberbaru Mohamad Faridj Wadjdi, S.Sos., perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, TP PKK Kabupaten Jember, TP PKK Kecamatan Sumberbaru, serta berbagai unsur pendamping dan stakeholder yang selama ini aktif mendukung program pemberdayaan masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pembuatan eco print, yakni metode menghias kain dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan tumbuhan lainnya untuk menghasilkan motif unik yang bernilai seni tinggi. Selain ramah lingkungan, produk eco print juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan karena banyak diminati masyarakat.
Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik secara langsung mulai dari proses persiapan kain, pemilihan bahan alami, penataan motif, hingga teknik penguncian warna agar menghasilkan produk yang berkualitas. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, terutama saat mereka melihat hasil karya yang berhasil dibuat sendiri.
Camat Sumberbaru Mohamad Faridj Wadjdi, S.Sos. mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi Anak Tidak Sekolah yang membutuhkan bekal keterampilan untuk masa depan.
“Pelatihan ini merupakan langkah yang sangat baik dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Anak Tidak Sekolah maupun warga yang mengikuti kegiatan ini memperoleh keterampilan baru yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif. Kami berharap ilmu yang didapat tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi sumber pendapatan keluarga,” ujar Faridj.
Menurutnya, penyelesaian persoalan ATS memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, namun juga melalui pemberian keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Salah seorang peserta, Eko Wahyudi, warga Desa Gelang, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai eco print merupakan keterampilan yang menarik karena memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Awalnya saya belum mengetahui apa itu eco print, tetapi setelah mengikuti praktik langsung ternyata prosesnya cukup menarik dan hasilnya bagus. Saya berharap keterampilan ini bisa saya kembangkan menjadi usaha rumahan yang memiliki nilai jual,” ungkap Eko.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan belajar keterampilan baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melalui pelatihan eco print ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap peserta mampu mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai peluang usaha yang berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberdayakan masyarakat sekaligus memperluas kesempatan bagi Anak Tidak Sekolah untuk tetap berkembang, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat.(JH8)