Pelatihan Pangan Lokal di Ledokombo, Dorong Kreativitas dan Nilai Tambah Produk Pangan
- 13 Agustus 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
Pelatihan Pangan Lokal di Ledokombo, Dorong Kreativitas dan Nilai Tambah Produk Pangan
JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) terus mendorong pemanfaatan pangan lokal menjadi produk yang lebih beragam, bernilai tambah, dan berdaya saing.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal yang digelar di Pendopo Kecamatan Ledokombo, Rabu 12 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini dilaksanakan oleh Bidang Ketahanan Pangan DKPPP Kabupaten Jember.
Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari TP PKK Kecamatan Ledokombo dan TP PKK Kabupaten Jember mengikuti pelatihan dengan antusias.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung bersama chef dari Hotel Java Lotus. Berbagai bahan pangan lokal diperkenalkan dan diolah menjadi menu yang lebih inovatif dan menarik.
Dua olahan yang dipraktikkan dalam pelatihan tersebut yakni Lumpur Surga berbahan dasar ubi ungu dan Onigiri Lele. Kedua menu tersebut menjadi contoh bagaimana bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus berpotensi untuk dikembangkan sebagai peluang usaha.
Mewakili Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember, Rachman Cahyono, STP., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal.
“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah. Harapannya, keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lingkungan masing-masing, baik untuk kebutuhan keluarga maupun dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Rachman Cahyono.
Menurutnya, pengolahan pangan lokal juga menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami juga berharap dapat mendukung pemenuhan pangan B2SA, yaitu beragam, bergizi, seimbang, dan aman, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar kita, kebutuhan gizi keluarga, khususnya anak-anak, dapat dipenuhi dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan kreativitas dalam menghasilkan olahan makanan, tetapi juga bagaimana bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, aman, serta memiliki nilai ekonomi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal. Dengan inovasi dan pengolahan yang tepat, bahan pangan yang sederhana dapat menjadi produk yang menarik, bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pemenuhan pangan B2SA bagi keluarga,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti demonstrasi maupun praktik pengolahan yang diberikan oleh narasumber.
Kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun rumah tangga, sekaligus mendukung pengembangan pangan lokal di Kabupaten Jember. (div)