logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jombang

Pemantauan Posyandu di Jombang: Mayoritas Balita Naik Berat Badan, Satu Kasus Stunting Jadi Perhatian

  • 06 Mei 2026
  • Dibaca 149 Kali
Bagikan Via:
pemantauan-posyandu-di-jombang-mayoritas-balita-naik-berat-badan-satu-kasus-stunting-jadi-perhatian-20260507

Pemantauan Posyandu di Jombang: Mayoritas Balita Naik Berat Badan, Satu Kasus Stunting Jadi Perhatian

JEMBER, 06 MEI 2026 - Hasil pemantauan rutin kegiatan posyandu di wilayah Kecamatan Jombang menunjukkan perkembangan yang cukup positif dalam upaya peningkatan kesehatan balita. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait kasus stunting dan fluktuasi berat badan anak yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Data yang dihimpun dari Posyandu Gladiol 42 di Desa Padomasan mencatat total sasaran sebanyak 26 orang, terdiri dari 21 balita dan 3 ibu hamil. Dari hasil penimbangan terbaru, sebanyak 16 balita mengalami kenaikan berat badan, sementara 3 balita tercatat memiliki berat badan tetap, dan 4 balita lainnya mengalami penurunan.

Selain itu, terdapat 1 balita yang masuk dalam kategori stunting dan saat ini masih dalam pemantauan intensif oleh kader kesehatan bersama tenaga pendamping gizi.

Sementara itu, kondisi di Posyandu Gladiol 17 Desa Ngampelrejo juga menunjukkan dinamika tersendiri. Dari total 17 balita yang menjadi sasaran, tidak ditemukan kasus stunting maupun ibu hamil. Namun, berdasarkan hasil penimbangan, sebanyak 10 balita mengalami kenaikan berat badan, 1 balita berada pada kondisi berat badan tetap, dan 5 balita lainnya mengalami penurunan. Data ini menjadi perhatian khusus meskipun secara umum kondisi balita masih tergolong baik.

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Jombang, Yuli Faris, yang turut melakukan pemantauan secara langsung menegaskan bahwa data hasil penimbangan harus menjadi dasar dalam menentukan langkah intervensi yang tepat dan cepat. Balita yang mengalami penurunan maupun stagnasi berat badan, menurutnya, perlu segera mendapatkan perhatian melalui pendampingan gizi, pemantauan rutin, serta edukasi kepada orang tua.

“Angka kenaikan berat badan yang cukup tinggi patut diapresiasi, namun kita tidak boleh lengah. Balita yang berat badannya tidak naik atau turun harus segera ditindaklanjuti agar tidak berisiko stunting,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kader posyandu, pemerintah desa, dan keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Peran orang tua dinilai sangat krusial, terutama dalam pemenuhan asupan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta konsistensi dalam mengikuti kegiatan posyandu setiap bulan.

Selain itu, kegiatan posyandu tidak hanya berfokus pada penimbangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat. Para ibu diberikan pemahaman terkait pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang sesuai, serta deteksi dini gangguan pertumbuhan pada anak.

Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan seluruh pihak dapat terus meningkatkan kewaspadaan dan konsistensi dalam pelayanan posyandu. Upaya bersama yang berkelanjutan diyakini menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting serta mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di Kecamatan Jombang.

Galeri Foto