logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Pemberdayaan Petani Jadi Fokus Utama PPHT Tembakau Perdana di Jawa Timur, Petani Diajak Menjadi Ahli di Lahannya Sendiri

  • 18 Juni 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
pemberdayaan-petani-jadi-fokus-utama-ppht-tembakau-perdana-di-jawa-timur-petani-diajak-menjadi-ahli-di-lahannya-sendiri-20260618

Pemberdayaan Petani Jadi Fokus Utama PPHT Tembakau Perdana di Jawa Timur, Petani Diajak Menjadi Ahli di Lahannya Sendiri

JEMBER, 18 JUNI 2026 – Kegiatan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) pada tanaman tembakau yang dilaksanakan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur di Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, tidak hanya berfokus pada pengendalian hama dan penyakit tanaman. Lebih dari itu, program ini menjadi sarana pemberdayaan petani agar memiliki kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan secara mandiri dalam mengelola usaha taninya.

Program yang untuk pertama kalinya diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada komoditas tembakau tersebut menempatkan petani sebagai subjek utama pembelajaran. Melalui metode sekolah lapang, petani tidak hanya menerima materi dari narasumber, tetapi aktif melakukan pengamatan, analisis, diskusi, hingga menyusun rekomendasi pengendalian berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Kabupaten Jember, Rudi, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kemandirian petani melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan.

"Petani tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi pertanian, tetapi juga harus memahami alasan dan dasar dari setiap tindakan budidaya yang dilakukan. Melalui PPHT, petani dilatih untuk menjadi analis di lahannya sendiri sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan kondisi yang dihadapi," kata Rudi.

Ia menjelaskan bahwa selama ini sebagian petani masih mengandalkan pengalaman turun-temurun atau penggunaan pestisida secara rutin tanpa melakukan pengamatan terlebih dahulu. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi sekaligus mengganggu keseimbangan lingkungan.

Karena itu, dalam kegiatan PPHT, petani diajarkan cara mengamati agroekosistem, mengenali jenis hama, mengetahui keberadaan musuh alami, hingga mempelajari cara membuat Agen Pengendali Hayati (APH) secara mandiri.

Ketua Poktan Budi Makmur mengaku metode pembelajaran yang diterapkan sangat membantu petani memahami kondisi pertanaman secara lebih mendalam.

"Kami belajar langsung di lapangan, mengamati tanaman, melihat hama dan musuh alaminya, lalu mendiskusikan hasilnya bersama. Cara seperti ini membuat kami lebih paham dibanding hanya mendengarkan teori di dalam ruangan," ujarnya.

Menurutnya, kemampuan melakukan pengamatan dan analisis sendiri akan sangat membantu petani dalam mengambil keputusan yang lebih tepat sehingga biaya produksi dapat ditekan dan kualitas hasil panen tetap terjaga.

Melalui kegiatan pemberdayaan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap petani tembakau tidak hanya mampu menghasilkan panen yang berkualitas, tetapi juga menjadi petani yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan dalam setiap proses budidayanya.

Dengan menjadikan petani sebagai pusat pembelajaran, program PPHT diharapkan menjadi model pengembangan sumber daya manusia pertanian yang dapat direplikasi di berbagai sentra tembakau lainnya di Jawa Timur. (ima)

Galeri Foto