Pemerintah Kecamatan Pakusari Tegaskan Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Calon Pengantin Lewat Penguatan Kader Posyandu
- 03 November 2026
- Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
Pemerintah Kecamatan Pakusari Tegaskan Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Calon Pengantin Lewat Penguatan Kader Posyandu
JEMBER, 3 NOVEMBER 2026 - Upaya serius dalam menekan angka stunting tidak hanya berfokus pada penanganan anak yang sudah lahir, melainkan harus dimulai sejak dini bahkan sejak masa calon pengantin. Penegasan tersebut menjadi sorotan utama dalam kegiatan penguatan kelembagaan posyandu melalui pemberdayaan kader dan pembagian bahan makanan tambahan balita guna mendukung percepatan penurunan stunting yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pendopo Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, pada Senin, 2 November 2026.
Acara yang dihadiri oleh para kader posyandu, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan tingkat kecamatan ini menekankan pentingnya intervensi hulu untuk memutus mata rantai stunting melalui edukasi kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi sejak sebelum menikah. Para kader posyandu dinilai memegang peranan strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa kualitas kesehatan anak sangat ditentukan oleh kesiapan fisik dan gizi orang tuanya sejak masa pranikah.
Camat Pakusari Muhammad Sifak Beni Kurniawan menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan sebuah rangkaian panjang yang perjalanannya dimulai jauh sebelum seorang anak dilahirkan ke dunia. Pihaknya menjelaskan bahwa perhatian khusus harus diberikan kepada kelompok calon pengantin dan ibu hamil agar kondisi kesehatan serta status gizi mereka benar-benar terjaga dengan baik sebelum memasuki masa kehamilan.
"Pencegahan stunting bukan hanya dilakukan ketika anak sudah lahir, tapi bisa dimulai dari masih calon pengantin. Oleh karena itu, melalui penguatan kader posyandu hari ini, kami ingin memastikan edukasi kesehatan reproduksi dan kesiapan gizi bagi calon pengantin di wilayah Kecamatan Pakusari dapat berjalan lebih masif, sehingga deteksi dini risiko stunting bisa dicegah sejak dari hulunya," ujar Camat Pakusari Muhammad Sifak Beni Kurniawan.
Pemberdayaan kader posyandu dalam acara ini dinilai sangat krusial karena mereka tidak hanya berfungsi menimbang balita di posyandu, tetapi juga menjadi pendamping utama bagi keluarga dan remaja putri di desa dalam memahami pentingnya gizi seimbang. Dengan pendekatan pencegahan yang komprehensif mulai dari hulu hingga hilir, Pemerintah Kecamatan Pakusari optimis target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan di seluruh wilayah desa binaan.
Langkah kolaboratif bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa investasi kesehatan keluarga harus dimulai dari kesiapan mental dan fisik para calon orang tua. Pemerintah Kecamatan Pakusari berkomitmen untuk terus mendampingi para kader di lapangan demi mewujudkan generasi penerus yang unggul, sehat, dan bebas dari stunting.(zal)