Pemerintah Kecamatan Panti Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Monev Intensif di Desa Suci
- 22 Mei 2026
- Dibaca 249 Kali
Bagikan Via:
Pemerintah Kecamatan Panti Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Monev Intensif di Desa Suci
JEMBER, 22 MEI 2026 – Dalam upaya memastikan keberlanjutan dan efektivitas program penguatan pangan di tingkat akar rumput, Pemerintah Kecamatan Panti melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap program Ketahanan Pangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mandiri, Desa Suci. Kegiatan yang berlangsung pada medio Mei 2026 ini bertujuan untuk meninjau secara langsung progres fisik, serapan anggaran, serta dampak sosial-ekonomi dari alokasi dana desa yang difokuskan pada sektor pangan.
Tim monev yang dipimpin langsung oleh Camat Panti beserta jajaran Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD), serta pendamping desa, disambut hangat oleh Kepala Desa Suci dan jajaran pengurus BUMDes Mandiri di balai desa setempat sebelum berlanjut ke peninjauan lapangan.
Camat Panti menekankan bahwa Monitoring dan Evaluasi bukan sekadar prosedur administratif rutin, melainkan instrumen penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari Dana Desa (DD) yang dialokasikan untuk ketahanan pangan sebesar 20 persen benar-benar memberikan manfaat nyata.
"Kami hadir untuk memastikan bahwa program ketahanan pangan di Desa Suci tidak hanya berhenti pada laporan di atas kertas, tetapi memiliki wujud fisik yang produktif dan sistem pengelolaan yang akuntabel oleh BUMDes," tegas Hendra Kusuma, S.Sos., M.M., Camat Panti, dalam arahannya.
Dalam tinjauan tersebut, tim memeriksa kelengkapan administrasi BUMDes Mandiri, termasuk buku kas, berita acara pengadaan, dan rencana kerja tindak lanjut. Transparansi menjadi poin utama yang ditekankan agar potensi penyimpangan dapat diminimalkan sejak dini.
Setelah pemeriksaan dokumen, tim bergerak menuju lokasi unit usaha ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Mandiri. Fokus utama tahun ini adalah pengembangan budi daya ikan air tawar dan lumbung pangan desa terintegrasi.
Di lokasi kolam perikanan, tim monev mengapresiasi inovasi BUMDes Suci yang menggunakan sistem bioflok untuk efisiensi lahan. Namun, tim memberikan catatan penting terkait dengan manajemen pakan dan kualitas air agar angka kematian bibit dapat ditekan di bawah 10 persen.
Meski menunjukkan progres yang signifikan, evaluasi tersebut juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi pengurus BUMDes Mandiri. Salah satu kendala utama adalah fluktuasi harga pupuk nonsubsidi dan tantangan pemasaran hasil panen agar tidak dipermainkan oleh tengkulak.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kecamatan Panti menyarankan agar BUMDes Suci mulai membangun kemitraan formal dengan pasar modern atau koperasi tingkat kabupaten. Selain itu, penggunaan pupuk organik cair yang diproduksi secara mandiri oleh kelompok tani desa disarankan sebagai alternatif untuk menekan biaya produksi.
Kepala Desa Suci menyatakan bahwa program ketahanan pangan ini telah berhasil menyerap tenaga kerja lokal, khususnya warga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap. BUMDes Mandiri kini mempekerjakan sekitar 5 warga desa dalam pengelolaan harian unit usaha pangan tersebut.
Output dari program ini direncanakan tidak hanya dijual ke luar desa, tetapi juga digunakan untuk menyuplai kebutuhan gizi warga kurang mampu melalui program subsidi pangan desa, sebagai upaya nyata pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Panti.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kecamatan Panti memberikan beberapa poin rekomendasi administrasi dan teknis yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Desa Suci serta pengurus BUMDes Mandiri dalam kurun waktu dua minggu ke depan.
Kegiatan monitoring ditutup dengan komitmen bersama bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan makanan, melainkan kemandirian ekonomi desa yang kokoh. Kecamatan Panti berharap Desa Suci dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi desa-desa lain di wilayah tersebut dalam mengelola potensi lokal secara profesional dan berkelanjutan. (jha)