Pemerintah Kecamatan Panti Dampingi Mahasiswa Thailand dalam Wisata Edukasi di Desa Suci
- 17 Juni 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Pemerintah Kecamatan Panti Dampingi Mahasiswa Thailand dalam Wisata Edukasi di Desa Suci
PANTI – Pemerintah Kecamatan Panti menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung sektor pariwisata berbasis edukasi (educational tourism) sekaligus mempererat hubungan antarnegara di tingkat regional Asia Tenggara. Pada hari ini, pihak kecamatan secara resmi melakukan pendampingan khusus terhadap rombongan mahasiswa delegasi dari Thailand yang tengah melaksanakan kunjungan wisata edukasi di Desa Suci. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan potensi lokal, kekayaan budaya, serta tata kelola pemberdayaan masyarakat yang menjadi keunggulan desa tersebut.
Camat Panti beserta jajaran perangkat kecamatan mendampingi langsung para mahasiswa sejak kedatangan mereka di gerbang desa. Kehadiran para mahasiswa asing ini disambut hangat dengan tarian tradisional selamat datang serta pengalungan syal khas daerah oleh tokoh masyarakat setempat. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan sekaligus komitmen untuk memberikan impresi terbaik mengenai keramahan khas masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Kecamatan Panti.
Dalam sambutannya, Camat Panti menyampaikan bahwa Desa Suci sengaja dipilih sebagai destinasi utama wisata edukasi karena memiliki ekosistem yang lengkap dan mandiri. Desa ini tidak hanya menawarkan keindahan alam yang asri, tetapi juga sukses mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan, dan industri kreatif berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kami sangat bangga dan menyambut baik kehadiran para mahasiswa dari Thailand. Ini adalah peluang emas bagi Kecamatan Panti, khususnya Desa Suci, untuk menunjukkan kepada dunia internasional bagaimana sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat lokal dapat menciptakan sebuah desa wisata edukasi yang berkelanjutan. Kami berharap mereka bisa membawa pulang ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan di negara asal mereka," ujar Hendra Kusuma, S.Sos, M.M Camat Panti.
Selama berada di Desa Suci, para mahasiswa Thailand diajak menyusuri beberapa titik lokus edukasi. Titik pertama adalah pusat pengolahan hasil pertanian organik. Di lokasi ini, mereka belajar secara langsung mengenai teknik pertanian terpadu yang meminimalkan penggunaan bahan kimia, sebuah konsep yang saat ini sedang gencar dikembangkan oleh kelompok tani lokal. Para mahasiswa terlihat sangat antusias, beberapa di antaranya aktif mencatat dan berdiskusi mengenai sistem irigasi serta manajemen pasca-panen.
Tidak hanya sektor pertanian, rombongan juga diajak mengunjungi sentra kerajinan tangan dan pengolahan kuliner khas Desa Suci. Di sini, terjadi interaksi budaya yang sangat erat. Mahasiswa Thailand berkesempatan mencoba langsung proses pembuatan kerajinan dari sampah dan mencicipi hidangan tradisional. Pemerintah Kecamatan Panti memfasilitasi proses penerjemahan dan diskusi agar transfer pengetahuan mengenai strategi pemasaran digital UMKM yang diterapkan di desa tersebut dapat dipahami dengan baik oleh para peserta.
Perwakilan mahasiswa Thailand mengungkapkan kekagumannya atas pengelolaan Desa Suci. Menurut mereka, keterlibatan aktif pemuda desa dan dukungan penuh dari struktur pemerintahan kecamatan menjadi kunci utama keberhasilan desa ini dalam mempertahankan kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Mereka juga menilai kebersihan lingkungan dan keramahan warga menjadi daya tarik yang sangat luar biasa.
Pendampingan yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Panti ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Pihak kecamatan menargetkan kunjungan ini menjadi pemantik awal bagi kerja sama internasional yang lebih luas di bidang pendidikan dan kebudayaan. Ke depan, Kecamatan Panti berencana untuk terus membuka diri bagi delegasi internasional lainnya guna meningkatkan eksposur global terhadap potensi-potensi desa yang ada di wilayahnya.
Kegiatan wisata edukasi ini ditutup dengan sesi refleksi bersama dan pertukaran cinderamata antara Pemerintah Kecamatan Panti, Pemerintah Desa Suci, dan perwakilan mahasiswa Thailand. Melalui kegiatan ini, Desa Suci kembali membuktikan kelayakannya sebagai laboratorium sosial dan destinasi edukasi yang inklusif, mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat lokal.(Jha)