logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Pemkab Jember Perkuat Sinergi Hilirisasi Tebu, Target Produksi Jadi Perhatian

  • 14 Agustus 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
pemkab-jember-perkuat-sinergi-hilirisasi-tebu-target-produksi-jadi-perhatian-20260814

Pemkab Jember Perkuat Sinergi Hilirisasi Tebu, Target Produksi Jadi Perhatian

JEMBER, 14 AGUSTUS 2026 - Penguatan sektor tebu terus menjadi perhatian pemerintah seiring upaya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri gula nasional. Hal itu dibahas dalam kegiatan hilirisasi tebu yang dihadiri Direktur Perlindungan Perkebunan, Ir. Hendratmojo Bagus Hudoro, M.Sc, bersama jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember di Aula DTPHP. Kamis, 13 Agustus 2026.

Pembahasan difokuskan pada penguatan data calon petani dan calon lahan (CPCL), potensi penambahan lahan serta percepatan proses administrasi untuk mendukung pencapaian target pengembangan tebu.

Direktur Perlindungan Perkebunan Ir. Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan, secara nasional masih terdapat kekurangan dari target pengembangan tebu. Untuk Jawa Timur sendiri, dari target sekitar 54 ribu hektare masih terdapat kekurangan sekitar 17 ribu hingga 18 ribu hektare.

"Kita masih menghimpun. Ekspektasi masih ada di sini. Kita akan menutup kabupaten yang masih belum tercapai," ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Jember sendiri disebut telah memenuhi target. Namun, pemerintah tetap mendorong adanya potensi tambahan lahan agar dapat membantu memenuhi kebutuhan target di wilayah lain yang masih mengalami kekurangan.

"Walaupun kemarin Pak Kadis sudah sampaikan Jember terpenuhi, kami masih berharap ada tambahan. Kalau ada, kita bisa kumulasi untuk menutup kabupaten yang masih belum tercapai," lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah mitra juga menyampaikan potensi tambahan lahan. PG Semboro misalnya, menyebut masih terdapat potensi tambahan sekitar 10 hektare. Sementara PG Glenmore menyampaikan potensi tambahan sekitar 30 hektare di wilayah Jember.

Penguatan sinergi tersebut dinilai penting karena pengembangan tebu tidak hanya berkaitan dengan penambahan luas lahan, tetapi juga memastikan kesiapan benih, administrasi, penyaluran hingga proses tanam.

Kepala DTPHP Jember Djamil mengatakan, pihaknya siap mendukung proses pendataan dan pengawalan di lapangan bersama penyuluh pertanian.

"Yang penting data di lapangan bisa kita sinkronkan. Kami bersama penyuluh siap melakukan pendampingan agar prosesnya berjalan dan petani mendapatkan kepastian dalam pelaksanaannya," kata Djamil.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pabrik gula, koperasi, kelompok tani dan mitra lainnya menjadi kunci agar pengembangan komoditas tebu dapat berjalan secara terarah.

Dengan sinergi tersebut, Jember diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan pencapaian target yang telah terpenuhi, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pengembangan tebu di Jawa Timur. (ima)

Galeri Foto