logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Ketua TP PKK Sumbersari Ingatkan Peran Ayah Tak Boleh Lepas Tangan dalam Pengasuhan Anak

  • 15 Agustus 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
ketua-tp-pkk-sumbersari-ingatkan-peran-ayah-tak-boleh-lepas-tangan-dalam-pengasuhan-anak-20260815

Ketua TP PKK Sumbersari Ingatkan Peran Ayah Tak Boleh Lepas Tangan dalam Pengasuhan Anak

JEMBER, 15 AGUSTUS 2026 – Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari, Dwiyanti Kurnianingsih, S.E., mengingatkan para calon orang tua, khususnya calon ayah, agar tidak menganggap tanggung jawab keluarga hanya sebatas mencari nafkah. Tetapi, keterlibatan dalam pengasuhan dan menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang juga menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak.

Pesan tersebut ia sampaikan saat kegiatan sosialisasi kelas Aman (Ayah Idaman) di Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, yang diikuti para kader, TP PKK dan sebagian masyarakat.

“Kita bisa memilih pasangan kita, tapi anak tidak bisa memilih orang tua,” ujarnya, saat memberi sambutan pada acara tersebut, Jumat 14 Agustus 2026.

Menurutnya, tanggung jawab terhadap anak tidak hanya berada di pundak ibu. Ayah juga memiliki peran penting dalam mendampingi, mengasuh, dan memberikan perhatian kepada anak. “Baik ayah maupun ibu, perannya menjadi penting untuk pertumbuhan seorang anak,” tambahnya.

Karena itu, ia berharap para calon orang tua dapat menciptakan suasana rumah yang penuh cinta sehingga anak memiliki rasa aman di dalam keluarga. Menurutnya, rasa aman tersebut menjadi hal penting karena sejak lahir anak sepenuhnya bergantung pada lingkungan keluarganya.

Ia juga mengingatkan para calon ayah agar tidak lepas tangan setelah memiliki anak dengan alasan harus bekerja mencari nafkah.

“Jangan lepas tangan. Karena bapak-bapak kadang mikirnya begini, yang penting aku kerja, nggolek duit, anak apa jare istri. Gak bener itu, Pak,” tegas Wijayanti.

Selain ia juga menyampaikan bahwa perlunya kesiapan setiap individu sebelum membangun mahligai rumah tangga, baik dari sisi usia hingga kematangan emosional.

“Kalau memang sudah siap menikah, baik dari segi psikologis dan segi mental harus benar-benar siap,” imbuhnya.

Hal itu tekankan, mengingat Kecamatan Sumbersari menduduki peringkat dua terkait tingginya angka pernikahan anak. Karena itu, upaya pencegahan juga perlu dilakukan.

Menurutnya, pernikahan di usia muda memiliki berbagai aspek dan risiko yang perlu dipertimbangkan. Pernikahan tidak hanya menyangkut hubungan antara dua orang, tetapi juga kesiapan membangun kehidupan keluarga dan menjalankan peran sebagai orang tua.

Ia pun meminta anggota TP PKK se-Kecamatan Sumbersari turut menyampaikan pesan tersebut kepada remaja di wilayah masing-masing. Edukasi mengenai kesiapan menikah dinilai penting agar keputusan untuk menikah benar-benar didasarkan pada kesiapan, bukan sekadar perasaan.

“Pernikahan itu jangan cuma asal modal cinta, sampaikan juga itu ibu-ibu,” pungkasnya.(fat)

Galeri Foto