logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM

BKPSDM Jember Tutup Program Magang Kopi Manis, Perkuat Kompetensi Deteksi Dini Kegawatdaruratan Ibu Hamil

  • 13 Agustus 2026
  • Dibaca 49 Kali
Bagikan Via:
bkpsdm-jember-tutup-program-magang-kopi-manis-perkuat-kompetensi-deteksi-dini-kegawatdaruratan-ibu-hamil-20260813

BKPSDM Jember Tutup Program Magang Kopi Manis, Perkuat Kompetensi Deteksi Dini Kegawatdaruratan Ibu Hamil

JEMBER, 13 AGUSTUS 2026– Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember terus memperkuat kompetensi aparatur di bidang pelayanan kesehatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jalin Asmara (Jalin Asosiasi Masyarakat) dengan tema “Deteksi Dini Risiko Kegawatdaruratan pada Ibu Hamil” yang dirangkaikan dengan penutupan Program Magang Kopi Manis pada Rabu, 12 Agustus 2026 di RSD Balung.

Kegiatan ini diikuti peserta dari 28 puskesmas yang berada dalam wilayah cakupan pelayanan RSD Balung. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan kompetensi mengenai pentingnya deteksi dini risiko kegawatdaruratan pada ibu hamil agar tanda-tanda bahaya dapat dikenali sejak awal dan ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Jember, Artiantyo Wirjo Utomo, S.Psi., M.M, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas ASN, khususnya tenaga kesehatan, merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Melalui Magang Kopi Manis, kami ingin memastikan bahwa pengembangan kompetensi ASN tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan. Deteksi dini kegawatdaruratan pada ibu hamil menjadi salah satu kompetensi yang sangat penting karena berkaitan dengan keselamatan ibu dan bayi,” ujarnya.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi, diskusi kasus, serta penguatan praktik lapangan terkait identifikasi faktor risiko, tanda bahaya kehamilan, mekanisme rujukan, dan koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal.

Artiantyo menambahkan bahwa penutupan Program Magang Kopi Manis menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan kolaborasi antar perangkat daerah dalam pengembangan kompetensi ASN.

“Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat karena menjadi ruang belajar yang efektif bagi ASN. Harapannya, kompetensi yang diperoleh selama proses magang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, responsif, dan berkualitas,” katanya.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, BKPSDM Kabupaten Jember berharap jejaring kolaborasi antara RSD Balung dan puskesmas di wilayah cakupannya semakin solid, sehingga upaya deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan pada ibu hamil dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan berkesinambungan. (dik)

Galeri Foto