logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Pencairan Insentif Lebih Awal, Guru Ngaji Slawu Apresiasi Bupati Jember

  • 14 Maret 2026
  • Dibaca 262 Kali
Bagikan Via:
pencairan-insentif-lebih-awal-guru-ngaji-slawu-apresiasi-bupati-jember-20260314

Pencairan Insentif Lebih Awal, Guru Ngaji Slawu Apresiasi Bupati Jember

JEMBER, 14 MARET 2026 - Sejumlah guru ngaji di Kelurahan Slawu, Kabupaten Jember, menyampaikan apresiasi atas pencairan honorarium yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember. Insentif tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran guru ngaji dalam membina pendidikan keagamaan di masyarakat.

Salah satu guru ngaji penerima honorarium, Samsul Arifin, mengaku bersyukur karena insentif yang biasanya diberikan pada bulan Maulid kali ini sudah dicairkan lebih awal. Samsul yang membina sekitar 80 santri tersebut mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi para pengajar Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur setelah menerima insentif ini. Kami benar-benar berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para guru ngaji,” katanya, Sabtu 14 Maret 2026.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang telah merealisasikan pencairan insentif bagi para guru ngaji di daerah tersebut.

Menurutnya, pencairan insentif yang dilakukan lebih awal menjadi kabar baik bagi para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri membimbing anak-anak dan masyarakat dalam mempelajari Al-Qur’an.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati. Mudah-mudahan beliau selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan kesuksesan dalam memimpin Kabupaten Jember,” ujarnya.

Kepala Seksi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kelurahan Slawu, Mustofa, S.Sos. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang telah mencairkan honorarium bagi guru ngaji dan modin di wilayahnya.

Menurutnya, insentif tersebut menjadi bentuk penghargaan atas peran para tokoh agama yang selama ini turut membantu pembinaan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, pendamping guru ngaji Kelurahan Slawu, Sri Yatiningsih, menjelaskan jumlah penerima honorarium di wilayahnya mencapai puluhan orang.

Ia mengatakan jumlah guru ngaji yang terdata sebanyak 46 orang. Selain itu, terdapat dua pejabat pencatat nikah (PPN) atau yang lebih dikenal dengan sebutan modin, sehingga total penerima mencapai 48 orang.

“Untuk pencairan saat ini sudah diterima oleh 47 orang. Sementara satu orang, yaitu modin, masih belum menerima pencairan,” katanya.

Menurut Sri Yatiningsih, seluruh data penerima sebenarnya telah diverifikasi dan tidak ditemukan kesalahan administrasi. Karena itu, pihaknya memperkirakan keterlambatan pencairan terjadi karena yang bersangkutan tidak dapat hadir saat proses pencairan berlangsung.

“Kemungkinan pencairan susulan akan dilakukan pada hari Senin depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut bukan hal baru karena hampir setiap pencairan biasanya terdapat satu atau dua penerima yang belum sempat mengambil honorarium pada tahap pertama.

Meski demikian, mayoritas guru ngaji di Kelurahan Slawu telah menerima insentif tersebut dan menyambutnya dengan penuh rasa syukur. Bagi mereka, honorarium tersebut tidak hanya bernilai bantuan finansial, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pengabdian para guru ngaji dalam membina pendidikan keagamaan di masyarakat. (rus)

Galeri Foto