Pencarian Hari Kelima di Pantai Papuma Dihentikan, Korban Terseret Ombak Belum Ditemukan
- 01 April 2026
- Dibaca 399 Kali
Bagikan Via:
Pencarian Hari Kelima di Pantai Papuma Dihentikan, Korban Terseret Ombak Belum Ditemukan
JEMBER, 1 APRIL 2026 - Operasi pencarian terhadap korban hilang terseret ombak di Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, resmi dihentikan pada hari kelima, Rabu 1 April 2026. Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban hingga batas waktu operasi pada pukul 16.00 WIB.
Korban diketahui bernama Mohammad Sheva Yusuf (22), warga Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia dilaporkan hilang sejak Sabtu 28 Maret 2026 pagi setelah tersapu ombak saat berada di kawasan terlarang di sekitar tebing bawah Siti Hinggil.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Firman Arifianto, mengatakan bahwa selama lima hari pencarian, seluruh potensi SAR telah dikerahkan secara maksimal, baik melalui jalur laut, darat, maupun udara.
“Pada hari kelima ini, pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga SRU. SRU pertama melakukan pencarian menggunakan perahu karet Basarnas, SRU kedua menyisir daratan di sekitar lokasi, dan SRU ketiga melakukan pemantauan udara menggunakan drone,” ujar Firman.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, korban belum berhasil ditemukan. Berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi bersama Basarnas serta tim SAR gabungan, operasi pencarian resmi dihentikan dan akan dilanjutkan dengan masa pemantauan selama dua hari ke depan.
Firman menjelaskan, keputusan penghentian operasi mengacu pada prosedur standar operasi pencarian dan pertimbangan efektivitas di lapangan. Selanjutnya, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban muncul atau ditemukan di area lain.
Kondisi cuaca selama proses pencarian pada hari terakhir dilaporkan cerah dengan tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 2,5 meter. Meski cuaca relatif mendukung, karakteristik gelombang di kawasan Pantai Papuma tetap menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Jember, Pos Pencarian dan Pertolongan Jember, TNI/Polri, relawan, hingga pihak keluarga korban. Seluruh pihak telah bekerja sama dalam upaya pencarian sejak hari pertama kejadian.
Pihak BPBD Jember kembali mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi rambu-rambu keselamatan, khususnya larangan memasuki zona berbahaya di kawasan pantai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari. (tgh)