PENERBANGAN LANGSUNG JEMBER-JAKARTA RESMI DIBUKA, MOMENTUM KEBANGKITAN EKONOMI DAN PARIWISATA DAERAH
- 25 September 2025
- Dibaca 1434 Kali
Bagikan Via:
PENERBANGAN LANGSUNG JEMBER-JAKARTA RESMI DIBUKA, MOMENTUM KEBANGKITAN EKONOMI DAN PARIWISATA DAERAH
Kabupaten Jember menorehkan sejarah baru dengan resmi beroperasinya penerbangan komersial reguler rute Jember–Jakarta pada Selasa, 23 September 2025. Maskapai Fly Jaya mengawali layanan ini menggunakan armada ATR 72-500 dengan kapasitas sekitar 70 kursi kelas ekonomi. Penerbangan perdana ditandai dengan mendaratnya pesawat dari Jakarta di Bandara Notohadinegoro yang disambut antusias masyarakat meskipun banyak yang menunggu di luar pagar bandara.
Penerbangan perdana ini diawali dengan 21 penumpang dari Jakarta menuju Jember dan kembali mengangkut 50 penumpang menuju ibukota, termasuk Bupati Kabupaten Jember, Gus Muhammad Fawait S.E., M.Sc. Jadwal penerbangan sementara dilaksanakan dua kali seminggu, yakni setiap hari Selasa dan Kamis dengan waktu tempuh sekitar dua jam lebih dari Jember menuju Jakarta. Harga tiket dibanderol pada kisaran Rp1,3 juta juta per penumpang yang menjadikan salah satu harga termurah untuk penerbangan menuju Jakarta.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa siang sebelum keberangkatan perdana pesawat Fly Jaya menuju Jakarta, Tari Ta’Butaan ditampilkan sebagai salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Jember. Kemudian Bupati Jember, menyampaikan bahwa keberadaan rute penerbangan langsung ini merupakan momen bersejarah yang sudah lama dinantikan masyarakat. Setelah hampir 80 tahun Indonesia merdeka, warga Jember akhirnya dapat terhubung langsung dengan pusat pertumbuhan ekonomi nasional yaitu Ibukota DKI Jakarta. Penerbangan ini tidak hanya dimaknai sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Jember. Sehingga dapat membantu dalam tujuan akhir yaitu pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember.
“Penerbangan ini juga merupakan request dari banyak pihak karena konektivitas ini sangat dibutuhkan. Jember tidak terhubung dengan tol, tidak ada pelabuhan, dan bandara tidak hidup. Sehingga saya bersama seluruh pihak bekerja sama termasuk dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat karena jika hanya saya sendirian tidak akan mampu.” lanjutnya.
Gus Fawait juga mengajak seluruh masyarakat Jember untuk bersama-sama memanfaatkan kehadiran rute penerbangan langsung Jember–Jakarta ini sebagai peluang besar dalam mendorong kemajuan daerah. Dengan kerja sama, doa, serta dukungan semua pihak, penerbangan ini diyakini akan menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Jember menuju daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.