logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Peninjauan Jembatan Merah Putih Dan Jembatan Di Sentool Di Wilayah Kecamatan Panti Akibat Banjir Oleh Camat Panti, BPBD Dan SDA Propinsi.

  • 16 Februari 2026
  • Dibaca 381 Kali
Bagikan Via:
peninjauan-jembatan-merah-putih-dan-jembatan-di-sentool-di-wilayah-kecamatan-panti-akibat-banjir-oleh-camat-panti-bpbd-dan-sda-propinsi-20260216

Peninjauan Jembatan Merah Putih Dan Jembatan Di Sentool Di Wilayah Kecamatan Panti Akibat Banjir Oleh Camat Panti, BPBD Dan SDA Propinsi.

Panti, 15 Februari 2026 - Tim teknis Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Jawa Timur meninjau sejumlah jembatan yang putus akibat banjir di Kabupaten Jember. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut komunikasi langsung Bupati Jember Muhammad Fawait dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa guna mempercepat pemulihan infrastruktur secara terkoordinasi. Rombongan tim teknis didampingi Penjabat ( Pj ) Sekda Jember Akhmad Helmi Lukman, Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo, Kepala Diskominfo Jember Regar Jeane Dealen Nangka, Serta sejumlah stakeholder terkait. Lokasi pertama yang ditinjau yakni jembatan gantung di Dusun Darungan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.

Setelah meninjau jembatan gantung di desa jubung Tim langsung menuju ke desa pakis untuk meninjau jembatan merah putih yang ada di dusun cempaka. Habis di jembatan di desa pakis TIM lanjut menuju jembatan sentool yang ada di dusun glengseran desa suci kecamatan panti,Akibat terputusnya jembatan yang ada di desa pakis dan desa suci maka banyak warga yang terisolir dan harus puter balik kalau harus ke jalan raya. Arus sungai yang tinggi dan di tambah material batu maka jembatan tidak kuat untuk menahan hantaman air, Maka konstruksi penyangga di sisi timur tidak kuat dan mengakibatkan penyangga hancur, Menyisakan serpihan besi yang tersangkut di DAM bawah Sementara itu, Kabid Pembangunan Jembatan dan Jalan DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur memaparkan catatan teknis terkait kondisi konstruksi jembatan di wilayah terdampak. Ia menyebut mayoritas jembatan lama memang tidak dirancang untuk menghadapi debit air ekstrem. Rata-rata jembatan yang tadi ditinjau tidak kuat jika diterjang banjir besar. Kalau ada banjir dengan ketinggian dua meter saja, konstruksinya sudah tidak mampu menahan beban arus,” ungkapnya.Pemerintah daerah bersama Pemprov Jatim kini tengah memetakan langkah percepatan perbaikan agar akses masyarakat yang terdampak dapat segera pulih.

Galeri Foto