Penuhi Syarat Administrasi, Desa Suci Kecamatan Panti Sambut Kedatangan Tim Juri Desa Berseri
- 01 Juli 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Penuhi Syarat Administrasi, Desa Suci Kecamatan Panti Sambut Kedatangan Tim Juri Desa Berseri
PANTI – Semangat gotong royong dan komitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup di Desa Suci, Kecamatan Panti, kini berbuah manis. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi yang ketat, desa yang terletak di bawah kaki pegunungan ini resmi melaju ke tahap berikutnya dalam ajang bergengsi Lomba Desa Berseri (Bersih, Sehat, Lestari, dan Indah) tingkat provinsi. Keberhasilan ini disusul dengan kedatangan Tim Juri Verifikasi Lapangan yang disambut hangat oleh seluruh elemen masyarakat dan perangkat desa pada hari ini.
Rabu, 1 Juni 2026, sejak pagi hari suasana di Balai Desa Suci tampak berbeda dari biasanya. Warga yang didominasi oleh kader penggerak lingkungan, ibu-ibu PKK, serta tokoh masyarakat telah berkumpul dengan mengenakan pakaian khas daerah. Spanduk-spanduk berisi ucapan selamat datang dan komitmen pelestarian lingkungan terbentang di sepanjang jalan utama desa, menunjukkan betapa besarnya antusiasme warga dalam menyukseskan penilaian lapangan ini.
Lolosnya Desa Suci dalam tahapan administrasi sejatinya bukan hal yang mengejutkan bagi banyak pihak. Selama satu tahun terakhir, Pemerintah Desa Suci bersama seluruh jajaran RT dan RW gencar melakukan pembenahan dokumen, penyusunan regulasi lokal terkait pengelolaan sampah, serta pendataan program penghijauan secara digital. Keakuratan data inilah yang berhasil memikat hati para kurator di tingkat awal.
Namun, administrasi di atas kertas barulah langkah pembuka. Kedatangan Tim Juri Verifikasi Lapangan kali ini bertujuan untuk mencocokkan dokumen yang dikirimkan dengan realita objektif di lapangan. Ketua Tim Juri Ahmad Zaeni dalam sambutannya menyampaikan bahwa verifikasi lapangan merupakan ruh dari Lomba Desa Berseri. Pihaknya ingin melihat secara langsung sejauh mana konsistensi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola potensi alam yang ada secara berkelanjutan.
"Kami tidak hanya mencari desa yang indah saat difoto, tetapi desa yang memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang hidup, berkelanjutan, dan didukung penuh oleh partisipasi aktif masyarakatnya. Hari ini, di Desa Suci, kami melihat langsung aura gotong royong itu sangat kuat," ujar Zaeni dalam sambutannya.
Setelah prosesi penyambutan formal dan pemaparan singkat oleh Kepala Desa Suci, Tim Juri langsung bergerak melakukan peninjauan ke sejumlah titik pantau utama yang tersebar di beberapa dusun.
Titik pertama yang dikunjungi adalah Bank Sampah Mandiri. Di lokasi ini, juri menyaksikan bagaimana warga Desa Suci telah berhasil mengubah sampah menjadi berkah. Sampah domestik rumah tangga dipilah sejak dari dapur. Sampah anorganik bernilai ekonomis ditabung di bank sampah, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk kompos melalui metode komposting komunal.
Perjalanan berlanjut ke Kampung Hijau Organik, sebuah kawasan pemukiman padat yang menyulap pekarangan rumah warga menjadi lahan produktif. Hampir di setiap teras rumah warga berjejer tanaman hidroponik, sayur-mayur dalam polibag, serta tanaman obat keluarga (TOGA). Keberadaan Kampung Hijau ini dinilai juri sangat efektif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan estetika desa yang asri.
Tidak luput dari penilaian, fasilitas umum seperti sekolah dasar, tempat ibadah, dan posyandu juga ditinjau untuk memastikan ketersediaan sanitasi yang layak, sistem drainase yang bebas dari sumbatan, serta pengelolaan limbah domestik yang ramah lingkungan.
Kepala Desa Suci Akhmad Suyuthi, M. Pd dalam wawancaranya dengan awak media, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas pencapaian sejauh ini. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Desa Suci dalam Lomba Desa Berseri ini sama sekali bukan sekadar untuk mengejar trofi atau penghargaan semata, melainkan sebagai momentum untuk merawat budaya hidup bersih dan sehat yang sudah diwariskan leluhur.
Seluruh program lingkungan digerakkan dari bawah (bottom-up), di mana warga secara swadaya mengalokasikan waktu dan tenaga demi keindahan lingkungan mereka.
Pemerintah desa telah berkomitmen mengalokasikan sebagian dana desa untuk penguatan kapasitas kader lingkungan dan pengadaan infrastruktur hijau.
"Lolos administrasi adalah sebuah kehormatan, namun melihat warga kami kompak, anak-anak menanam pohon, dan lingkungan menjadi sehat, itu adalah piala yang sesungguhnya bagi kami. Kami optimis hasil verifikasi lapangan ini akan memberikan nilai terbaik bagi Desa Suci," pungkas Akhmad Suyuthi dengan penuh optimisme.
Akbar Winasis sekcam Panti yang turut hadir mendampingi jalannya verifikasi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desa Suci. Menurutnya, Desa Suci kini menjadi role model atau percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Panti dalam hal pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Ia berharap, capaian positif ini dapat menular ke desa tetangga agar Kecamatan Panti secara keseluruhan dapat dikenal sebagai kawasan hijau yang asri dan lestari.
Kegiatan verifikasi lapangan yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup dengan evaluasi bersama dan penandatanganan berita acara pemeriksaan. Kini, seluruh masyarakat Desa Suci Kecamatan Panti menunggu dengan penuh harap cemas namun optimistis, menanti pengumuman resmi yang akan menentukan posisi mereka di panggung tertinggi Lomba Desa Berseri tahun ini.(JHA)