Peran Kecamatan dan Komunitas Diperkuat dalam Mendukung Demand Generation Imunisasi
- 21 Mei 2026
- Dibaca 107 Kali
Bagikan Via:
Peran Kecamatan dan Komunitas Diperkuat dalam Mendukung Demand Generation Imunisasi
JEMBER, 21 MEI 2026 — Penguatan peran kecamatan, organisasi masyarakat, kader, hingga tokoh agama menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Strategi Komunikasi dalam Mendukung Demand Generation Imunisasi yang dilaksanakan pada 21–22 Mei 2026 di Kabupaten Jember. Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur lintas sektor guna membangun kesamaan persepsi dan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi bagi anak.
Kegiatan tersebut melibatkan UNICEF, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, organisasi Geliat Airlangga, Camat Semboro, unsur Forkopimcam, kepala puskesmas, kepala desa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas lokal yang selama ini aktif berperan di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Semboro, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Sidomulyo, TP PKK Tempurejo, pengurus NU, GP Ansor, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, IGRA, Himpaudi, Laskar Sholawat, bidan desa, influencer, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Diskominfo Kabupaten Jember.
Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., menekankan bahwa tantangan komunikasi terkait imunisasi membutuhkan pendekatan yang humanis dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penyampaian informasi yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat secara menyeluruh.
“Di sinilah intervensi strategis dari kita. Kita butuh menyamakan frekuensi lewat strategi komunikasi yang efektif, persuasif, berempati dan juga berbasis multidata. Kita bersama-sama menanamkan persepsi di benak setiap orang tua bahwa imunisasi adalah wujud kasih sayang tertinggi untuk masa depan anak-anak kita. Bagi para peserta, manfaatkan kesempatan berharga ini semaksimal mungkin, seoptimal mungkin,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa organisasi perempuan, tokoh agama, hingga komunitas lokal memiliki posisi strategis sebagai penyambung informasi kepada masyarakat. Pendekatan komunikasi yang dilakukan secara langsung dan dekat dengan keluarga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi.
Sementara itu, Camat Semboro Ahmad Fauzi, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam mendukung keberhasilan program kesehatan di wilayahnya. Menurutnya, berbagai persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat
“Kita di Kecamatan Semboro selama ini melakukan kegiatan tidak hanya terpaku pada satu orang atau organisasi, tapi kita bersinergi dan kolaborasi, bagaimana kegiatan ini semua bisa kita tangani bersama-sama,” katanya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami pentingnya strategi komunikasi dalam mendukung demand generation imunisasi, termasuk menghadapi misinformasi, membangun pendekatan berbasis komunitas, serta memperkuat peran tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan komunitas lokal sehingga kesadaran masyarakat terhadap imunisasi semakin meningkat dan perlindungan kesehatan anak dapat terwujud secara optimal. (ken)