Peran Strategis RT/RW dalam Pelayanan Masyarakat dan Tantangan Penyaluran Bantuan Sosial
- 11 Juni 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Peran Strategis RT/RW dalam Pelayanan Masyarakat dan Tantangan Penyaluran Bantuan Sosial
JEMBER, 11 JUNI 2026 – Peran Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dinilai sangat strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan hingga tingkat lingkungan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos., dalam kegiatan pembinaan RT/RW yang dilaksanakan di Kecamatan Kaliwates.
Dalam paparannya, Rachman menjelaskan bahwa RT dan RW merupakan mitra pemerintah yang memiliki fungsi utama sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Keberadaan RT dan RW menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi, program, serta kebijakan pemerintah kepada warga, sekaligus menampung berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat untuk diteruskan kepada pemerintah.
“RT dan RW memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan berbagai program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada warga,” ujarnya.
Selain itu, RT dan RW juga bertugas membantu pemerintah desa maupun kelurahan dalam pendataan kependudukan, memperlancar berbagai urusan administrasi masyarakat, serta menjaga ketenteraman dan kerukunan warga di lingkungan masing-masing.
Meski demikian, Rachman mengakui bahwa dalam pelaksanaan tugasnya, RT dan RW kerap menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Salah satu yang sering menjadi perhatian adalah terkait pendataan penerima bantuan sosial (bansos).
Menurutnya, tidak jarang RT dan RW telah melakukan pendataan warga sesuai kondisi riil di lingkungan masing-masing dan menyerahkan data tersebut kepada pemerintah desa atau kelurahan. Namun, saat bantuan disalurkan, masih ditemukan ketidaksesuaian antara data yang diajukan dengan daftar penerima yang ditetapkan.
“Dengan data yang akurat dan koordinasi yang baik, berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial, dapat tersalurkan secara tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar beliau.
Kondisi tersebut, lanjut Rachman, dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekaligus menjadi tantangan bagi para pengurus RT dan RW yang berhadapan langsung dengan warga. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah, perangkat desa atau kelurahan, serta RT/RW dalam proses pemutakhiran data kependudukan dan data penerima bantuan sosial.
Ia berharap melalui pembinaan yang dilaksanakan di Kecamatan Kaliwates ini, para pengurus RT dan RW semakin memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung pelayanan publik serta mampu menjadi mitra pemerintah yang efektif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (Zee)