logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Silo

PERANGKAT KECAMATAN SILO SUKSESKAN TAJEMTRA 2026

  • 06 September 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
perangkat-kecamatan-silo-sukseskan-tajemtra-2026-20260906

PERANGKAT KECAMATAN SILO SUKSESKAN TAJEMTRA 2026

JEMBER, 5 September 2026 — Perangkat Kecamatan Silo menunjukkan semangat kebersamaan dalam kegiatan Tanggul Jember Tradisional atau Tajemtra 2026. Rute start dimulai dari Alun-alun Tanggul dan finis di Alun-alun Jember, menempuh perjalanan panjang yang menjadi simbol perjalanan sejarah Kabupaten Jember.

Kegiatan tahunan ini diikuti oleh seluruh perangkat kecamatan se-Kabupaten Jember dan menjadi salah satu agenda budaya yang paling ditunggu masyarakat. Selain sebagai ajang silaturahmi, Tajemtra juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai gotong royong dan kecintaan terhadap tradisi lokal.

Camat Silo, Bagas Wahyudi Witjaksono, S.E., memimpin langsung tim dari Kecamatan Silo. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan perangkat kecamatan merupakan bentuk dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap pelestarian budaya.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Silo mengeluarkan tim dari kecamatan untuk mengikuti kegiatan Tajemtra 2026,” ujar Bagas di sela kegiatan.

Lebih lanjut, Bagas menyampaikan bahwa Tajemtra memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kegiatan jalan bersama. Agenda ini merupakan warisan budaya yang telah dijaga selama hampir setengah abad.

“Kegiatan ini bukan hanya kegiatan tahunan akan tetapi juga bentuk merawat tradisi yang dibangun sejak 1977 atau tepatnya 49 tahun lalu,” jelasnya.

Menurut Bagas, menjaga tradisi berarti menjaga identitas Jember. Melalui Tajemtra, generasi perangkat kecamatan diajak untuk mengingat kembali sejarah, perjuangan para pendahulu, dan semangat membangun daerah dari desa hingga kota.

Perjalanan tim Kecamatan Silo dimulai sejak pagi hari. Dengan penuh semangat dan kekompakan, seluruh anggota tim berjalan bersama menyusuri rute yang telah ditentukan panitia.

“Alhamdulillah dari tim Kecamatan Silo kompak. Kami berangkat dari jam 08.30 dari kantor kecamatan sampai di Tanggul jam 12.00,” kata Bagas.

Setibanya di Alun-alun Tanggul, tim Kecamatan Silo mengikuti apel pelepasan bersama peserta dari kecamatan lain. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Alun-alun Jember sebagai titik finis. Sepanjang perjalanan, terlihat antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka membawa atribut kecamatan, spanduk, dan yel-yel penyemangat. Dukungan warga di sepanjang jalan dari Tanggul hingga Jember juga menambah semangat para pejalan.

Tajemtra 2026 tahun ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai unsur, mulai dari ASN, perangkat desa, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum. Panitia menyediakan pos kesehatan, air minum, dan ambulans di beberapa titik untuk memastikan keselamatan peserta.

Wakil Bupati Jember yang hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi kekompakan seluruh kecamatan. Ia menyebut Tajemtra sebagai bukti bahwa tradisi bisa bertahan lama jika terus dirawat bersama.

“49 tahun Tajemtra berjalan. Ini bukan waktu yang singkat. Ini adalah bukti komitmen masyarakat Jember untuk menjaga warisan budaya. Terima kasih kepada Kecamatan Silo dan semua pihak yang telah berpartisipasi,” ujarnya.

Bagi Kecamatan Silo, keikutsertaan dalam Tajemtra juga menjadi momentum memperkuat sinergi antar perangkat desa. Kebersamaan yang terbangun selama perjalanan diharapkan bisa dibawa ke dalam pelayanan publik sehari-hari.

“Kami ingin menanamkan nilai kebersamaan dan kerja tim. Kalau kita bisa jalan bareng sejauh ini, insyaAllah melayani masyarakat juga bisa lebih kompak,” tambah Bagas.

Setibanya di Alun-alun Jember, tim Kecamatan Silo disambut meriah. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, hiburan rakyat, dan penyerahan penghargaan kepada kecamatan dengan partisipasi terbaik. Kecamatan Silo mendapat apresiasi karena kedisiplinan dan kekompakan timnya selama perjalanan.

Antusiasme masyarakat Jember terhadap Tajemtra memang tidak pernah surut. Setiap tahun, kegiatan ini selalu menjadi magnet yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan menjadi tiga pilar utama yang membuat Tajemtra tetap relevan hingga saat ini.

Dengan berakhirnya Tajemtra 2026, Bagas berharap semangat yang terbangun tidak berhenti di garis finis. Ia mengajak seluruh perangkat untuk terus meneladani nilai perjuangan dan kebersamaan dalam bekerja untuk masyarakat.

“Mari kita bawa semangat Tajemtra ini pulang ke desa masing-masing. Melayani dengan hati, bekerja dengan kompak, dan terus menjaga tradisi Jember,” pungkasnya.

Tajemtra 2026 sekali lagi membuktikan bahwa tradisi bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dijalani dan diwariskan. Dan Kecamatan Silo telah menunjukkan komitmennya untuk menjadi bagian dari perjalanan panjang menjaga Jember.