logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Perjuangan Menjangkau Warga di Wilayah Sulit Akses demi Hak atas Layanan Kesehatan

  • 14 Juli 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
perjuangan-menjangkau-warga-di-wilayah-sulit-akses-demi-hak-atas-layanan-kesehatan-20260714

Perjuangan Menjangkau Warga di Wilayah Sulit Akses demi Hak atas Layanan Kesehatan

JEMBER, 14 JULI 2026 – Tidak semua masyarakat dapat dengan mudah mengakses fasilitas kesehatan. Di sejumlah wilayah Kabupaten Jember, kondisi geografis, jarak yang cukup jauh, hingga keterbatasan fisik pasien masih menjadi tantangan dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Di tengah kondisi tersebut, tenaga kesehatan bersama pemerintah desa dan kader kesehatan terus berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pemeriksaan sesuai kebutuhannya yaitu dengan mengunjungi pasien lansia ke rumahnya pada Senin, 13 Juli 2026.

Kisah itu dialami oleh keluarga Habibullah, warga Dusun Sumbercandik, Kecamatan Jelbuk. Selama kurang lebih sembilan bulan, istrinya mengalami sakit setelah terjatuh. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menjalani pengobatan tradisional, namun kondisinya belum kunjung membaik. Di sisi lain, keterbatasan kondisi pasien dan jarak menuju fasilitas kesehatan membuat keluarga kesulitan membawanya berobat.

Harapan datang ketika kondisi pasien dilaporkan oleh warga kepada kader dan diteruskan kepada Puskesmas Jelbuk. Menindaklanjuti laporan tersebut, tenaga kesehatan mendatangi rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan secara langsung.

Tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk, Egis Surahman, S.Kep., Ners., mengatakan bahwa kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan pasien tetap terpantau meskipun memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan.

"Kami memeriksa keluhan yang dirasakan pasien, kemudian melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, nadi, serta gula darah. Pasien kami kunjungi langsung ke rumah karena akses menuju fasilitas layanan kesehatan cukup jauh dan kondisi pasien tidak memungkinkan untuk datang sendiri. Karena itu, kami mendatangi rumah pasien agar kondisi kesehatannya tetap dapat dipantau," ujar Egis.

Menurut Habibullah, kedatangan tenaga kesehatan memberikan harapan bagi keluarganya. Ia mengaku bersyukur karena setelah kondisi istrinya diketahui melalui laporan warga, petugas kesehatan segera datang ke rumah untuk melakukan pemeriksaan tanpa harus memaksakan pasien menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Sementara itu, Kepala Dusun Sumbercandik, Abd. Hakim, menilai sinergi antara masyarakat, kader kesehatan, dan Puskesmas menjadi kunci agar warga yang membutuhkan dapat segera memperoleh penanganan.

"Pelayanan dari Puskesmas bersama kader yang membantu melaporkan kebutuhan kesehatan warga selama ini sudah sangat baik. Dulu kendala terbesar kami adalah akses jalan. Kalau ada warga sakit, ambulans tidak bisa masuk sehingga pasien harus dipikul. Alhamdulillah sekarang akses jalan sudah jauh lebih baik, ditambah petugas kesehatan juga dapat datang langsung ke rumah pasien ketika memang diperlukan," ungkapnya.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh kemampuan menjangkau masyarakat yang menghadapi berbagai keterbatasan.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap warga memperoleh haknya atas pelayanan kesehatan yang layak, tanpa terkendala kondisi geografis maupun keterbatasan fisik. (ken)

Galeri Foto