Perjuangan Merisa Mendapat Perhatian, Tim Wadul Gus’e Datangi Rumahnya
- 06 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Perjuangan Merisa Mendapat Perhatian, Tim Wadul Gus’e Datangi Rumahnya
JEMBER, 6 SEPTEMBER 2026 – Informasi mengenai kondisi Merisa, siswi kelas X SMK Muhammadiyah 4 Jember asal Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Jember. Setelah kisah perjuangannya menjalani pengobatan gagal ginjal ramai di media sosial dan masuk melalui kanal Wadul Gus’e, Tim Wadul Gus’e turun langsung ke rumah Merisa, Jumat (4/9/2026).
Kunjungan tersebut didampingi Camat Kalisat Nuryadi, S.STP., M.M., Kepala Puskesmas Kalisat dr. I Wayan Suardita, serta Kepala Desa Ajung. Tim melakukan verifikasi langsung untuk memastikan kondisi Merisa sekaligus mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh keluarga.
Merisa diketahui harus menjalani kontrol dan cuci darah dua kali dalam sepekan. Sebelumnya, perjuangannya mendapat perhatian publik karena keterbatasan transportasi dan kondisi ekonomi keluarga. Ayahnya, Slamet, sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dan sempat mengantar Merisa menggunakan bentor tua untuk menjalani pengobatan.
Selain informasi mengenai gagal ginjal, sempat muncul informasi lain di media sosial terkait kondisi kesehatan Merisa. Atas informasi tersebut, pemerintah memilih melakukan pengecekan langsung agar penanganan didasarkan pada kondisi nyata di lapangan.
Camat Kalisat Nuryadi, S.STP., M.M., menegaskan pentingnya verifikasi setiap aduan masyarakat sebelum menentukan langkah penanganan.
“Ketika ada informasi yang masuk melalui Wadul Gus’e, tentu pemerintah perlu memastikan langsung kondisi di lapangan. Kami tidak ingin hanya berpedoman pada informasi yang beredar di media sosial. Karena itu, hari ini kami bersama Tim Wadul Gus’e, Puskesmas Kalisat dan Pemerintah Desa Ajung datang untuk melihat langsung kondisi Merisa dan keluarganya, sekaligus mengetahui kebutuhan yang memang diperlukan,” ujar Nuryadi.
Kepala Puskesmas Kalisat turut mendampingi untuk memastikan aspek kesehatan Merisa mendapat perhatian, sementara Pemerintah Desa Ajung membantu melihat kondisi dan kebutuhan keluarga di tingkat desa.
Kunjungan ini menjadi bagian dari tindak lanjut Wadul Gus’e, bahwa laporan masyarakat tidak berhenti pada penerimaan aduan, tetapi dapat dilanjutkan dengan verifikasi lapangan dan koordinasi lintas sektor agar penanganan diberikan secara tepat sesuai kebutuhan warga.(aza)