Perkuat Kompetensi Tutor PKBM, Dispendik Jember Dorong Penuntasan Anak Tidak Sekolah
- 22 September 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Kompetensi Tutor PKBM, Dispendik Jember Dorong Penuntasan Anak Tidak Sekolah
JEMBER, 22 SEPTEMBER 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) terus memperkuat upaya penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS). Salah satu langkah yang dilakukan yakni meningkatkan kompetensi para tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Tutor PKBM dalam Implementasi Keterampilan Vokasi sebagai Upaya Penuntasan Anak Tidak Sekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 22 September 2026, di Ballroom Hotel Fortuna Grande Jember. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti para tutor PKBM dari sejumlah satuan pendidikan nonformal di Kabupaten Jember.
Bimtek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas tutor agar tidak hanya mampu memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membekali warga belajar dengan keterampilan vokasional yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., menekankan bahwa penanganan ATS tidak cukup hanya dengan mengajak anak kembali belajar. Mereka juga perlu mendapatkan pembelajaran yang relevan dengan kondisi kehidupan dan masa depannya.
“Jangan sampai anak-anak kita hari ini tidak sekolah, kemudian dibiarkan begitu saja hingga akhirnya lanjut usia tanpa mendapatkan kesempatan pendidikan. Kita ingin mereka kembali mendapatkan hak untuk belajar, sekaligus memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk masa depannya,” ujar Nurul Hafid Yasin.
Menurutnya, keberadaan PKBM memiliki posisi strategis dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat yang memiliki berbagai keterbatasan untuk mengikuti pendidikan formal. Karena itu, kompetensi tutor menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
“Melalui PKBM, kita ingin menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga bagaimana warga belajar memiliki kompetensi dan keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan,” tambahnya.
Bimtek tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Mukharis Junizal, S.Pd., M.Kes, Widya Prada BBPMP Provinsi Jawa Timur; Prof. Drs. H. Dafik, M.Sc., Ph.D., Dekan FMIPA Universitas Jember; serta Dr. Suhardi, S.T., M.T. dan Dr. Zainur Rasyid Ridlo, S.Pd., M.Pd..
Sementara itu, salah satu anggota PKBM, Puri Ayu Pitaloka, S.Pd., menilai penguatan kompetensi tutor sangat dibutuhkan karena karakteristik warga belajar di PKBM cukup beragam.
“Anak-anak yang belajar di PKBM memiliki latar belakang dan persoalan yang berbeda-beda. Karena itu, kami sebagai tutor harus bisa memberikan pendekatan yang sesuai. Keterampilan vokasi juga penting supaya mereka mempunyai bekal yang bisa diterapkan setelah mengikuti pembelajaran,” ungkap Puri.
Ia berharap keberadaan PKBM semakin mampu menjadi jembatan bagi anak-anak yang sempat keluar dari sistem pendidikan untuk kembali memperoleh kesempatan belajar.
“Harapannya tidak ada lagi anak yang merasa sudah terlambat untuk belajar. Selama masih ada kemauan, mereka harus diberi kesempatan. Ini sejalan dengan semangat Jember Baru, Jember Maju,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Dispendik Jember berharap para tutor semakin siap mendampingi warga belajar sekaligus membantu pemerintah dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah.
Penuntasan ATS pun tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran keluarga, masyarakat, satuan pendidikan, tutor PKBM hingga lingkungan sekitar diperlukan agar tidak ada anak yang terputus dari pendidikan.
Sebab, pendidikan tidak mengenal kata terlambat. Semangatnya adalah memastikan anak-anak Jember tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang dan menatap masa depan menuju Jember Baru, Jember Maju. (hz)