Perkuat Koordinasi Bangga Kencana, Dinkes PPKB Jember Bersama 31 Penyuluh KB Bahas Capaian Program
- 30 September 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Koordinasi Bangga Kencana, Dinkes PPKB Jember Bersama 31 Penyuluh KB Bahas Capaian Program
JEMBER, 30 SEPTEMBER 2026 – Pelaksanaan program Bangga Kencana di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui koordinasi antara Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) dengan Penyuluh KB di masing-masing wilayah. Sebanyak 31 Penyuluh KB Kecamatan menjadi bagian penting dalam koordinasi untuk melihat perkembangan program sekaligus membahas berbagai capaian yang telah berjalan hingga Agustus 2026.
Koordinasi tersebut menjadi ruang untuk melihat pelaksanaan program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (PPKBKS), terutama program yang pelaksanaannya bersentuhan langsung dengan keluarga di tingkat wilayah.
Salah satu yang menjadi pembahasan adalah capaian pendampingan keluarga risiko stunting (KRS). Pendampingan dilakukan pada sejumlah kelompok sasaran, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta, hingga balita. Capaian pendampingan tersebut menjadi bagian yang perlu terus dipantau agar pelaksanaan program di lapangan dapat diketahui perkembangannya.
Selain capaian pendampingan, pencatatan dan pelaporan keluarga risiko stunting juga menjadi bagian dari pembahasan. Data yang tercatat menjadi salah satu bahan untuk melihat pelaksanaan pendampingan di wilayah masing-masing sekaligus mendukung koordinasi program antara petugas di lapangan.
Dari sisi pelayanan keluarga berencana, capaian peserta baru berdasarkan metode kontrasepsi hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 22.440 peserta. Capaian tersebut menjadi bagian dari gambaran pelaksanaan program KB di Kabupaten Jember yang terus dilakukan melalui wilayah kecamatan.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan KB dan pendampingan keluarga risiko stunting. Capaian Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) hingga Agustus 2026 juga menjadi salah satu bahan yang dibahas. Selain itu, pelaksanaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) turut menjadi bagian dari evaluasi program di bidang PPKBKS.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program Bangga Kencana mencakup sejumlah kegiatan yang saling berkaitan, mulai dari pelayanan keluarga berencana, pendampingan keluarga, hingga kegiatan yang mendukung pembangunan keluarga di masyarakat.
Sekretaris Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Dyah Kusworini, mengatakan koordinasi bersama Penyuluh KB perlu terus dilakukan untuk memastikan program Bangga Kencana dapat berjalan secara selaras di setiap wilayah.
“Semoga dalam menjalankan program Bangga Kencana, Dinkes PPKB selalu berkoordinasi bersama Penyuluh KB di wilayah masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan program di lapangan akan lebih mudah dilakukan,” ujar Dyah.
Menurut Dyah, koordinasi ke depan juga diharapkan semakin mudah dengan adanya hubungan kerja antara Penyuluh KB dan Puskesmas di wilayah. Kemudahan koordinasi tersebut dapat membantu ketika pelaksanaan program membutuhkan komunikasi dan keterlibatan kedua pihak.
Koordinasi antara Penyuluh KB dan Puskesmas menjadi penting karena pelaksanaan program di lapangan memiliki sasaran masyarakat yang saling berkaitan. Dengan komunikasi yang berjalan baik, informasi mengenai kondisi keluarga dan perkembangan program dapat lebih mudah disampaikan sesuai dengan peran masing-masing.
Melalui koordinasi yang terus diperkuat, Dinkes PPKB Jember berharap pelaksanaan program Bangga Kencana di 31 kecamatan dapat berjalan lebih terarah. Penyuluh KB di masing-masing wilayah juga diharapkan dapat terus menjadi penghubung dalam pelaksanaan program sehingga berbagai kegiatan yang menyasar keluarga dapat berjalan secara berkesinambungan.
Dengan begitu, pembahasan capaian tidak hanya menjadi bahan evaluasi angka, tetapi juga menjadi dasar untuk melihat apa yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan program Bangga Kencana berikutnya.nay