Perkuat Program Gizi, Dinkes PPKB Evaluasi Pelaksanaan di 50 Puskesmas
- 03 September 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Program Gizi, Dinkes PPKB Evaluasi Pelaksanaan di 50 Puskesmas
JEMBER, 03 SEPTEMBER 2026 – Upaya memperkuat pelaksanaan program gizi di tingkat layanan primer terus dilakukan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember.
Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Semester I Program Gizi dan Program INEY (Investing in Nutrition and Early Years) yang digelar di Aula Politeknik Kesehatan Kesehatan Malang Kampus Jember, Rabu 02 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh ahli gizi dari 50 Puskesmas se-Kabupaten Jember. Forum ini menjadi ruang untuk melihat pelaksanaan program selama semester pertama sekaligus membahas berbagai hal yang berkaitan dengan intervensi gizi dan upaya penanganan stunting di wilayah kerja masing-masing Puskesmas.
Selain pemaparan capaian dari sejumlah Puskesmas, peserta juga mendapatkan materi mengenai pendampingan INEY untuk meningkatkan kompetensi petugas dalam melakukan intervensi spesifik dan materi keamanan pangan untuk mendukung MBG.
Pembahasan lainnya mencakup situasi AKI, AKB, dan stunting di Kabupaten Jember, pelaporan sigizi, serta intervensi gizi melalui pemberdayaan masyarakat dan pelayanan di tingkat lokal.
Salah satu materi yang turut diperkenalkan adalah 25 Keterampilan Dasar Kader Bidang Kesehatan. Keterampilan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, hingga usia dewasa dan lanjut usia. Materi juga mencakup keterampilan dalam pengelolaan Posyandu.
Staf Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Jember, penanggung jawab Program Gizi, Farida Hary Anggraini, S.ST, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting untuk menyamakan pemahaman sekaligus melihat kembali pelaksanaan program gizi dan program INEY di seluruh Puskesmas.
“Melalui kegiatan ini kita bisa melihat sejauh mana program gizi dan INEY sudah berjalan, apa saja yang sudah dilakukan, dan bagian mana yang masih perlu diperkuat. Harapannya, hasil evaluasi ini tidak berhenti sebagai laporan, tetapi bisa menjadi bahan untuk menentukan langkah selanjutnya di masing-masing Puskesmas,” ujar Farida.
Dalam pemaparan materi, penguatan tidak hanya ditujukan kepada petugas kesehatan, tetapi juga kader yang menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap keterampilan dasar kader perlu terus diperkuat agar kader mampu menjalankan perannya sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Dalam materi 25 Keterampilan Dasar Kader Bidang Kesehatan, keterampilan kader dikelompokkan berdasarkan sasaran layanan, mulai dari ibu, bayi dan balita, remaja, dewasa dan lansia, hingga keterampilan pengelolaan Posyandu. Penilaian keterampilan juga diarahkan melalui daftar tilik sesuai kelompok kompetensi tersebut.
Melalui rapat koordinasi dan evaluasi ini, Dinkes PPKB Jember mendorong hasil pembahasan dapat menjadi dasar perbaikan pelaksanaan program di tingkat Puskesmas. Dengan koordinasi yang lebih kuat antara petugas gizi dan layanan kesehatan primer, upaya perbaikan status gizi masyarakat dan pencegahan stunting di Jember diharapkan dapat berjalan semakin terarah. (nay)