logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Arjasa

Rembug Stunting Desa Arjasa, Perkuat Komitmen Cegah Stunting dan Pernikahan Dini

  • 07 Agustus 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
rembug-stunting-desa-arjasa-perkuat-komitmen-cegah-stunting-dan-pernikahan-dini-20260808

Rembug Stunting Desa Arjasa, Perkuat Komitmen Cegah Stunting dan Pernikahan Dini

JEMBER, 07 AGUSTUS 2026 – Upaya menekan angka stunting sekaligus membangun generasi yang sehat dan berkualitas terus menjadi perhatian Pemerintah Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rembug Stunting dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027 dan Daftar Usulan (DU) RKP Desa Tahun 2028, yang digelar pada Kamis, 6 Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan, tenaga kesehatan, kader, BPD, serta tokoh masyarakat.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi sekaligus merumuskan berbagai program prioritas yang akan dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan desa. Pembahasan tidak hanya berfokus pada penanganan balita yang berisiko stunting, tetapi juga menyoroti langkah-langkah pencegahan melalui peningkatan gizi masyarakat, edukasi kesehatan, hingga penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak.

Permasalahan stunting dipandang sebagai isu yang membutuhkan penanganan secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, hingga masyarakat. Berbagai usulan program seperti penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi pola asuh, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang menjadi bagian dari pembahasan.

Selain membahas percepatan penurunan stunting, forum juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan pernikahan dini yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kualitas kesehatan ibu dan anak. Pernikahan pada usia yang belum matang berpotensi meningkatkan risiko kehamilan berisiko tinggi, kurangnya kesiapan mental maupun ekonomi, hingga berdampak pada lahirnya anak yang rentan mengalami stunting.

Sekretaris Kecamatan Arjasa, Satriyo, S.Pd., yang memberikan arahan mengenai pentingnya menyusun program pembangunan desa berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan sejak dini.

"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat. Begitu pula dengan pencegahan pernikahan dini yang harus menjadi perhatian bersama karena sangat berpengaruh terhadap kualitas generasi yang akan datang. Semoga melalui rembug ini lahir program-program yang tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Arjasa," ujar Satriyo.

Melalui kegiatan Rembug Stunting ini, Pemerintah Desa Arjasa bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk terus mengakselerasi penurunan angka stunting sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah pernikahan dini. Harapannya, seluruh program yang dirumuskan dalam RKP Desa 2027 dan DU RKP Desa 2028 mampu menjadi langkah konkret dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing demi terwujudnya pembangunan Desa Arjasa yang semakin maju dan berkelanjutan. (aza)

Galeri Foto