Perkuat Sinergi Home Care, Muspika Jelbuk Pastikan Pemantauan Lansia Secara Berkelanjutan
- 12 Agustus 2026
- Dibaca 36 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Sinergi Home Care, Muspika Jelbuk Pastikan Pemantauan Lansia Secara Berkelanjutan
JEMBER, 12 AGUSTUS 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif terus diperkuat hingga tingkat wilayah. Langkah "jemput bola" melalui Program Layanan Home Care di Kecamatan Jelbuk menjadi bukti bahwa negara hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).
Aksi nyata tersebut salah satunya direalisasikan lewat kunjungan langsung ke rumah-rumah warga lansia di Desa Panduman, awal pekan ini. Pelayanan yang memadukan pemeriksaan medis dan edukasi kesehatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Camat Jelbuk Bawa Wicaksono Anindito Panca Saputro bersama Kepala UPTD Puskesmas Jelbuk Machus Rovida.
Program inovatif ini dirancang untuk mengubah paradigma pelayanan dari passive menjadi proaktif. Warga berstatus rentan kini tidak perlu lagi bersusah payah datang ke fasilitas kesehatan (faskes) hanya untuk sekadar pemantauan rutin.
Plt. Camat Jelbuk, Bawa Wicaksono Anindito Panca Saputro, menegaskan bahwa jajarannya siap mengawal ketercapaian program prioritas Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait (Gus Fawait) ini agar dampaknya konsisten dirasakan masyarakat.
"Program Home Care ini sangat krusial karena nakes hadir langsung di ruang hidup warga. Kami di Kecamatan Jelbuk memastikan seluruh lansia yang membutuhkan perhatian khusus dapat terlayani dengan optimal dan berkesinambungan," ujar Bawa, dikutip Rabu 12 Agustus 2026.
Bawa menekankan, penanganan lansia tidak cukup hanya menyasar fisik semata melalui penyerahan obat, melainkan membutuhkan dukungan psikologis dan sosial.
"Lansia butuh pendampingan dan sentuhan perhatian keluarga. Oleh sebab itu, sinergi lintas sektor, mulai dari Puskesmas, pemerintah kecamatan, desa, hingga kader lingkungan, menjadi kunci utama keberhasilan program ini," lanjutnya.
Dalam kunjungan tersebut, tim medis tidak hanya mengukur kondisi vital lansia, tetapi juga mengevaluasi kondisi lingkungan tempat tinggal. Pasien dan keluarga dibekali pemahaman mengenai pola makan seimbang, aktivitas fisik sesuai kapasitas, kebersihan diri, hingga kepatuhan anjuran medis.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, menyampaikan bahwa kunjungan tatap muka memberikan ruang analisis yang lebih komprehensif bagi petugas kesehatan dibanding konsultasi di klinik.
"Kami tidak lagi menunggu masyarakat datang ke Puskesmas. Lewat Home Care, nakes bisa melihat langsung kendala riil di lapangan, sehingga peta penanganan medis maupun tindak lanjutnya jauh lebih presisi," jelas Machus.
Ia pun mengimbau para anggota keluarga untuk tidak segan menjalin komunikasi aktif dengan kader kesehatan lokal jika mendapati keluhan atau perubahan kondisi mendadak pada anggota keluarga yang tergolong lansia.
Melalui integrasi pelayanan antara pihak kecamatan, puskesmas, dan pemerintah desa Panduman, Pemerintah Kecamatan Jelbuk optimistis pola intervensi terpadu ini mampu menjangkau seluruh warga tanpa ada yang terlewat. (ama)