Tindaklanjuti Aduan Wadul Guse, Tiga Lansia Sumberjambe Dapat Layanan Perekaman KTP di Rumah
- 11 Agustus 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Tindaklanjuti Aduan Wadul Guse, Tiga Lansia Sumberjambe Dapat Layanan Perekaman KTP di Rumah
JEMBER, 11 AGUSTUS 2026 – Tim Wadul Guse Jember bersama sejumlah perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Jember menindaklanjuti aduan warga dengan mendatangi tiga warga lanjut usia di Kecamatan Sumberjambe, Senin 10 Agustus 2026. Ketiganya mendapatkan layanan perekaman identitas kependudukan langsung di rumah karena kondisi fisik tidak memungkinkan untuk datang ke tempat pelayanan.
Kegiatan tersebut menyasar Bari alias B. Erri, warga Dusun Sumberbalin, Desa Cumedak, serta dua warga di Dusun Semek, Desa Sumberjambe. Salah satunya bernama Mugiya, warga yang telah mengalami sakit lebih dari satu tahun sehingga tidak dapat berjalan. Sementara warga lainnya merupakan seorang lansia yang kondisinya sudah renta dan untuk berjalan harus tertatih menggunakan tongkat.
Aduan mengenai kondisi warga tersebut diterima Tim Wadul Guse dari lingkungan masyarakat. Untuk Bari alias B. Erri, laporan disampaikan oleh tetangganya. Aduan mengenai Mugiya juga berasal dari tetangga. Sedangkan informasi mengenai warga lansia lainnya di Dusun Semek disampaikan oleh mahasiswa KKN yang sedang menjalankan kegiatan di wilayah Kecamatan Sumberjambe.
Aduan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas perangkat daerah. Tim Wadul Guse datang bersama unsur Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disdukcapil, Puskesmas Sumberjambe, pemerintah desa, serta Kecamatan Sumberjambe. Dalam kegiatan tersebut juga terlihat Ning Niha yang selama ini kerap hadir dalam berbagai kegiatan Wadul Guse.
Kehadiran lintas perangkat daerah tersebut membuat penanganan terhadap warga tidak berhenti pada kebutuhan administrasi kependudukan. Tim kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi warga, sementara Dinas Sosial memberikan bantuan kebutuhan dasar berupa sembako, selimut, dan matras.
Pada saat yang sama, petugas Disdukcapil melakukan perekaman identitas kependudukan secara langsung di rumah ketiga warga. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk datang ke pusat pelayanan.
Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. semula dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, karena padatnya agenda Pemerintah Kabupaten Jember, kehadiran Bupati kemudian diwakili para kepala perangkat daerah bersama tim masing-masing.
Bagi Tim Wadul Guse, aduan masyarakat menjadi pintu masuk untuk memastikan persoalan yang dihadapi warga tidak berhenti sebagai laporan. Kondisi warga yang sudah lanjut usia, sakit, dan mengalami keterbatasan mobilitas membutuhkan respons langsung agar hak mereka terhadap pelayanan dasar tetap terpenuhi.
“Ketika ada laporan warga yang membutuhkan pelayanan tetapi tidak mampu datang sendiri, tentu yang dibutuhkan adalah respons. Aduan tersebut kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama perangkat daerah yang memang memiliki kewenangan masing-masing. Harapannya, warga tidak merasa sendirian ketika menghadapi kendala pelayanan,” demikian pesan yang menjadi dasar tindak lanjut Tim Wadul Guse.
Camat Sumberjambe Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si., yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menilai kolaborasi lintas sektor sangat membantu warga yang memiliki keterbatasan.
“Kami dari Kecamatan Sumberjambe mendampingi agar proses di lapangan berjalan lancar. Kondisi warga memang membutuhkan pelayanan yang datang langsung ke rumah. Kami berharap pola seperti ini terus diperkuat karena masyarakat yang sudah lanjut usia atau sakit tetap harus mendapatkan pelayanan pemerintah,” ujarnya.
Perekaman terhadap ketiga warga tersebut akhirnya dapat dilakukan. Meskipun dokumen fisik kependudukan masih menyusul, proses perekaman menjadi langkah penting untuk memastikan warga memiliki akses terhadap administrasi kependudukan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelayanan publik tidak selalu harus menunggu warga datang ke kantor. Dalam kondisi tertentu, pemerintah dapat hadir langsung di tengah masyarakat, terutama bagi warga rentan yang menghadapi hambatan fisik.
Program Peta Cinta yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Melalui pendekatan pelayanan yang semakin dekat, kebutuhan warga dapat ditangani tanpa harus menempuh perjalanan dan menghadapi kendala mobilitas.
Dari Sumberjambe, tindak lanjut atas aduan warga tersebut menjadi gambaran bahwa komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat menghasilkan penanganan konkret ketika dilanjutkan dengan koordinasi dan kehadiran langsung di lapangan. (wd)