Ratusan Anak PAUD Semarakkan Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Rambipuji
- 15 Agustus 2026
- Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
Ratusan Anak PAUD Semarakkan Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Rambipuji
JEMBER, 15 AGUSTUS 2026 – Semangat kemerdekaan begitu terasa di Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Sabtu 15 Agustus 2026. Ratusan anak usia dini tampil penuh keceriaan mengikuti Karnaval Budaya yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Rambipuji dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum istimewa dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan. Bukan hanya menjadi ajang hiburan, karnaval juga menjadi ruang bagi anak-anak usia dini untuk mengenal keberagaman budaya, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta Tanah Air sejak usia dini.
Sebanyak 24 lembaga PAUD se-Kecamatan Rambipuji ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Total peserta mencapai 621 anak usia dini, yang hadir dengan berbagai kostum dan penampilan menarik. Wajah-wajah ceria anak-anak menjadi pemandangan utama sepanjang kegiatan.
Dengan mengenakan beragam busana, mulai pakaian adat Nusantara, pakaian profesi, hingga kostum bernuansa merah putih, para peserta berjalan dan mengikuti rangkaian karnaval dengan penuh antusias. Kreativitas para pendidik dan orang tua dalam mempersiapkan penampilan anak-anak juga membuat suasana semakin meriah.
Ketua Himpaudi Kecamatan Rambipuji, Lilik Fauziah, mengatakan kegiatan karnaval budaya tersebut diikuti oleh seluruh lembaga PAUD yang berada di wilayah Kecamatan Rambipuji.
“Sebanyak 621 anak didik PAUD menjadi peserta dalam kegiatan karnaval budaya ini. Mereka berasal dari 24 lembaga PAUD se-Kecamatan Rambipuji,” ujar Lilik Fauziah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, karnaval menjadi sarana pembelajaran bagi anak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan.
Anak-anak dikenalkan dengan berbagai macam budaya yang ada di Indonesia melalui pakaian, kreativitas, dan penampilan yang mereka bawakan. Dengan cara tersebut, nilai-nilai kebangsaan dapat diperkenalkan sejak dini tanpa menghilangkan dunia bermain dan keceriaan anak.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin anak-anak sejak usia dini mengenal budaya Indonesia, mencintai tanah air dan memiliki rasa percaya diri. Tentunya kegiatan ini juga menjadi bentuk kebersamaan seluruh lembaga PAUD di Kecamatan Rambipuji,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Anak-anak bersama guru pendamping mengikuti karnaval dengan penuh semangat. Sebagian peserta bahkan tampil dengan konsep kelompok yang disiapkan secara khusus oleh lembaga masing-masing.
Kehadiran orang tua dan masyarakat turut menambah semarak suasana. Mereka memberikan dukungan dan menyaksikan anak-anak tampil dalam balutan busana yang beraneka ragam.
Karnaval budaya PAUD tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan HUT RI tidak hanya menjadi milik orang dewasa. Anak-anak usia dini pun memiliki ruang untuk ikut merasakan kemeriahan peringatan kemerdekaan dengan cara yang sesuai dengan usia dan dunia mereka.
Di tempat terpisah, Camat Rambipuji Roni Herman Baza, AP, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan karnaval budaya yang melibatkan ratusan anak PAUD tersebut.
Menurut Roni, kegiatan yang melibatkan anak-anak usia dini memiliki nilai positif karena mampu membangun semangat kebersamaan sekaligus mengenalkan budaya dan nasionalisme sejak usia dini.
Ia menilai kreativitas yang ditampilkan oleh lembaga PAUD dalam karnaval tersebut merupakan bagian dari upaya pendidikan karakter. Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman sosial melalui kegiatan bersama.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Kami mengapresiasi Himpaudi Kecamatan Rambipuji dan seluruh lembaga PAUD yang telah memberikan ruang kepada anak-anak untuk ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81,” ungkap Roni.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada momentum-momentum berikutnya. Menurutnya, kebersamaan antara pendidik, orang tua, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. (sai)