logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Perkuat Sinergi Pentahelix, Puluhan Perwakilan Instansi di Kelurahan Kepatihan Dibekali Kesiapsiagaan Bencana

  • 23 Juli 2026
  • Dibaca 110 Kali
Bagikan Via:
perkuat-sinergi-pentahelix-puluhan-perwakilan-instansi-di-kelurahan-kepatihan-dibekali-kesiapsiagaan-bencana-20260723

Perkuat Sinergi Pentahelix, Puluhan Perwakilan Instansi di Kelurahan Kepatihan Dibekali Kesiapsiagaan Bencana

JEMBER, 23 JULI 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Unsur Pentahelix yang digelar di Kantor Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan Surat Kelurahan Kepatihan Nomor 005/132/35.09.01.2006/2026 tentang Undangan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi itu diikuti sekitar 70 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur pentahelix, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku usaha, pertokoan, perbankan, hingga perhotelan yang berada di wilayah Kelurahan Kepatihan.

Rangkaian kegiatan diawali pukul 09.30 WIB dengan sambutan dari Lurah Kepatihan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember Maryani, S.Kom., M.M., serta Babinsa. Selanjutnya, pukul 10.00 WIB peserta menerima materi dasar kebencanaan yang disampaikan oleh Maryani bersama Rezha Pratama E.P.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai potensi bencana, langkah mitigasi, kesiapsiagaan masyarakat, serta pentingnya koordinasi antarunsur dalam menghadapi situasi darurat. Kegiatan berakhir pukul 12.00 WIB dan tim kembali ke Markas Komando BPBD Jember.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pendekatan pentahelix menjadi strategi penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif karena melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

"Melalui sosialisasi ini kami ingin meningkatkan pemahaman seluruh unsur pentahelix mengenai potensi risiko bencana di wilayahnya masing-masing. Ketika setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya, maka koordinasi saat terjadi keadaan darurat akan berjalan lebih cepat, tepat, dan terarah," ujar Maryani.

Ia menambahkan, wilayah perkotaan seperti Kelurahan Kepatihan memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi sehingga kesiapan seluruh unsur menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak apabila terjadi bencana. Oleh karena itu, BPBD Jember terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat sinergi antara BPBD Jember dengan pemerintah kelurahan, unsur keamanan, pelaku usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam membangun budaya sadar bencana. Dengan meningkatnya pengetahuan dan koordinasi lintas sektor, diharapkan masyarakat mampu melakukan langkah mitigasi sejak dini serta lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di Kabupaten Jember. (tgh)

Galeri Foto