logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberbaru

Peta Cinta Sumberbaru Jangkau Lansia Sebatang Kara, Pastikan Data Berujung Pelayanan

  • 16 September 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
peta-cinta-sumberbaru-jangkau-lansia-sebatang-kara-pastikan-data-berujung-pelayanan-20260916

Peta Cinta Sumberbaru Jangkau Lansia Sebatang Kara, Pastikan Data Berujung Pelayanan

JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 - Pemerintah Kecamatan Sumberbaru terus memperkuat pendekatan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti warga lanjut usia (lansia) yang hidup seorang diri.

Melalui program Peta Cinta (Pemetaan Kemiskinan dan Data Terpadu), pemerintah tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi juga melakukan kunjungan langsung atau On The Spot (OTS) untuk memastikan kondisi warga di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti.

Pendekatan tersebut dilakukan Tim Peta Cinta Kecamatan Sumberbaru bersama Tim Home Care Puskesmas Rowotengah saat mengunjungi seorang lansia yang hidup sebatang kara di Dusun Sumberkejhing, RT 077/RW 015, Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, Senin 14 September 2026.

Warga tersebut, Salha, 71 tahun, menjadi salah satu sasaran pendataan dan pelayanan. Tim mendatangi kediamannya untuk melihat secara langsung kondisi kehidupan sehari-hari sekaligus memastikan kebutuhan dasar, administrasi kependudukan, dan kesehatan dapat teridentifikasi.

Dalam kunjungan itu, Tim Peta Cinta melakukan pemeriksaan dan pendataan administrasi kependudukan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kelengkapan serta kesesuaian data warga sehingga dapat menjadi dasar dalam mengakses pelayanan maupun program pemerintah sesuai ketentuan.

Sementara itu, Tim Home Care Puskesmas Rowotengah memberikan pemeriksaan kesehatan secara langsung di kediaman warga. Pelayanan dengan pendekatan jemput bola ini penting bagi lansia atau warga dengan keterbatasan tertentu yang tidak mudah mendatangi fasilitas kesehatan.

Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Sumberbaru, M. Hafidz, mengatakan kunjungan lapangan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Peta Cinta. Menurut dia, data akan lebih bermakna apabila diverifikasi dengan kondisi nyata masyarakat.

“Melalui OTS ini kami ingin memastikan bahwa data yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Kami datang langsung untuk melihat, mendata, dan mengetahui kebutuhan warga, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan,” ujar Hafidz.

Ia menjelaskan, warga lansia yang hidup seorang diri membutuhkan perhatian karena persoalan yang dihadapi dapat bersifat multidimensi, mulai dari kesehatan, administrasi kependudukan, kondisi tempat tinggal hingga kebutuhan sosial.

Karena itu, pendataan menjadi langkah awal untuk menentukan bentuk pelayanan atau tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi masing-masing warga.

“Peta Cinta bukan sekadar pendataan. Yang lebih penting adalah bagaimana data tersebut menjadi pintu masuk untuk menghadirkan pelayanan dan intervensi pemerintah secara tepat sasaran,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, warga juga memperoleh bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Jember. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya penanganan warga yang membutuhkan sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan.

Menurut Hafidz, sinergi antara kecamatan, pemerintah desa, layanan kesehatan, dan perangkat daerah terkait menjadi bagian penting dalam memastikan persoalan masyarakat tidak berhenti pada proses pendataan.

Ketika hasil pendataan menunjukkan adanya kebutuhan kesehatan, misalnya, layanan Home Care dapat dilibatkan. Sementara persoalan administrasi kependudukan dapat ditindaklanjuti melalui layanan adminduk, sedangkan kebutuhan sosial dikoordinasikan dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan.

“Semua harus bergerak bersama. Ketika kita menemukan warga yang membutuhkan, jangan berhenti pada pendataan. Harus ada tindak lanjut sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing,” tegasnya.

Melalui Peta Cinta, Kecamatan Sumberbaru mendorong pola pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Pemerintah tidak hanya membaca kondisi warga melalui angka dan dokumen, tetapi juga berupaya memahami persoalan secara langsung melalui kunjungan dari rumah ke rumah.

Pola tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk lansia, warga miskin, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Upaya ini sekaligus menempatkan data sebagai dasar untuk menghadirkan pelayanan yang lebih terarah. Sebab, di balik setiap data kependudukan dan kemiskinan terdapat warga dengan kondisi serta kebutuhan yang berbeda-beda.

Dengan demikian, Peta Cinta tidak berhenti pada proses pemetaan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari upaya memastikan warga yang membutuhkan dapat terhubung dengan pelayanan pemerintah secara tepat. (jh8)

Galeri Foto