Potensi Investasi Jember Menggeliat, DPMPTSP Gandeng Unair Petakan Peluang Strategis
- 23 Juni 2026
- Dibaca 32 Kali
Bagikan Via:
Potensi Investasi Jember Menggeliat, DPMPTSP Gandeng Unair Petakan Peluang Strategis
JEMBER, Selasa, 23 Juni 2026 — Upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam memetakan potensi investasi daerah terus dilakukan secara terukur. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember, pemerintah daerah menggandeng Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk menyusun kajian potensi dan peluang investasi sektor pariwisata serta sektor komoditas unggulan daerah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Pemerintah Kabupaten Jember, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini menjadi bagian penting dalam rangkaian penyusunan dokumen peluang investasi daerah sebagai dasar promosi penanaman modal Kabupaten Jember tahun 2026.
FGD menghadirkan berbagai perangkat daerah teknis dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Dalam forum tersebut, Tim Peneliti Universitas Airlangga memaparkan hasil kajian awal mengenai potensi investasi yang dimiliki Kabupaten Jember serta peluang pengembangannya di masa mendatang.
Kajian yang disusun tidak hanya mengidentifikasi peluang investasi, tetapi juga menelaah aspek hukum, administrasi, kelembagaan, teknis, hingga aspek pasar. Seluruh proses tersebut bertujuan memastikan proyek investasi yang akan ditawarkan kepada calon investor berada dalam kondisi clean and clear, sehingga memiliki kepastian dan daya tarik yang lebih kuat.
Dalam pemaparannya, tim kajian menyebut Kabupaten Jember memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi kawasan Sekarkijang. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, sektor pertanian yang kuat, industri pengolahan yang berkembang, serta sektor pariwisata yang terus menunjukkan prospek positif.
Hasil awal kajian menunjukkan sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang paling menjanjikan untuk investasi. Kabupaten Jember tercatat memiliki 14 destinasi pantai dan teluk, 10 air terjun, enam lokasi agro dan eduwisata, serta berbagai kawasan wisata alam dan petualangan yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru.
Sejumlah destinasi bahkan dinilai memiliki tingkat kesiapan investasi yang tinggi, di antaranya Pantai Watu Ulo, Pantai Papuma, Rembangan, Kebun Kali Jompo, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Pancer-Cemara Sewu, Pantai Cemara, PPG Garahan, Gunung Gambir, dan Air Terjun Manggisan. Kawasan-kawasan tersebut dinilai unggul dari sisi aksesibilitas, fasilitas pendukung, daya tarik wisata, serta peluang pengembangan usaha yang kompetitif.
Di balik besarnya potensi tersebut, forum juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih perlu diselesaikan untuk mempercepat masuknya investasi ke Kabupaten Jember. Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah belum tersedianya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai instrumen turunan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Analis Kebijakan Ahli Muda Substansi Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Jember, A.A. Wijaya, menyampaikan bahwa keberadaan RDTR menjadi kebutuhan mendesak dalam menciptakan kepastian hukum bagi investor.
“FGD mencatat masih adanya pekerjaan rumah mendasar yang harus segera diselesaikan Pemerintah Kabupaten Jember, yakni belum tersedianya RDTR sebagai instrumen turunan RTRW. Ketiadaan dokumen tersebut menyebabkan sejumlah peluang investasi belum memiliki pijakan tata ruang yang kuat sebagai dasar legalitas dan kepastian bagi investor,” ujarnya.
Menurut Wijaya, percepatan penyelesaian RTRW dan RDTR menjadi langkah penting agar peluang investasi yang telah teridentifikasi dapat segera ditindaklanjuti. Meski demikian, penyusunan dokumen potensi daerah tetap diperlukan sebagai pijakan awal untuk memetakan seluruh potensi investasi yang dimiliki Kabupaten Jember secara komprehensif.
Selain sektor pariwisata, kajian juga menyoroti potensi komoditas unggulan daerah seperti kopi robusta dan tembakau yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Kabupaten Jember. Pengembangan hilirisasi dan agroindustri berbasis komoditas tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang investasi baru yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, perangkat daerah, dan BUMD, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis dapat menghadirkan proyek-proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi Jember sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.
FGD ini diharapkan menghasilkan masukan konstruktif serta data komparatif dari seluruh perangkat daerah dan BUMD PDP Kahyangan guna menyempurnakan dokumen kajian awal potensi dan peluang investasi Kabupaten Jember.
Selanjutnya, dokumen tersebut akan menjadi dasar penyusunan kajian prastudi kelayakan, penyusunan dokumen peluang investasi per proyek, hingga studi kelayakan proyek investasi siap tawar atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) beserta strategi promosi investasi daerah yang lebih terarah dan efektif.