logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

PSN di RW 16 Sumberdandang Kebonsari, Temukan Tujuh Rumah Positif Jentik

  • 25 September 2026
  • Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
psn-di-rw-16-sumberdandang-kebonsari-temukan-tujuh-rumah-positif-jentik-20260925

PSN di RW 16 Sumberdandang Kebonsari, Temukan Tujuh Rumah Positif Jentik

JEMBER, 25 SEPTEMBER 2026 – Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RW 16 Lingkungan Sumberdandang, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, menemukan tujuh rumah positif terdapat jentik nyamuk dari 46 rumah yang diperiksa, Jumat 25 September 2026. Sementara 39 rumah lainnya tidak ditemukan jentik, sehingga angka bebas jentik (ABJ) tercatat 85 persen.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya terdapat warga RW 16 yang terserang demam berdarah dengue (DBD). Kondisi itu mendorong Puskesmas Gladakpakem bersama Kelurahan Kebonsari melakukan PSN untuk mencegah berkembangnya nyamuk dan mengantisipasi penyebaran kasus DBD di lingkungan permukiman.

Sekretaris Kelurahan Kebonsari, Puji Prahastyo, mengatakan PSN dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan bentuk kerja sama kelurahan dengan Puskesmas Gladakpakem dalam meningkatkan kewaspadaan serta kesadaran warga terhadap kesehatan lingkungan dan kondisi kesehatan masyarakat.

“PSN dan CKG ini difasilitasi Puskesmas Gladakpakem bekerja sama dengan Kelurahan Kebonsari. Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan, terlebih sudah ada warga di RW 16 yang terkena DBD. Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan rumahnya dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” ujar Puji.

Menurutnya, pencegahan DBD tidak cukup hanya dilakukan ketika ditemukan kasus. Keterlibatan warga dalam memeriksa dan membersihkan tempat penampungan air di rumah masing-masing menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya tempat perkembangbiakan nyamuk.

Dalam pelaksanaan PSN, petugas membagi pemeriksaan menjadi dua tim. Petugas mendatangi rumah warga dan memeriksa tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, terutama kamar mandi serta tempat penampungan air.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tujuh dari 46 rumah positif terdapat jentik. Dengan demikian, sebanyak 39 rumah tidak ditemukan jentik dan ABJ mencapai 85 persen. Petugas kemudian memberikan edukasi kepada penghuni rumah yang ditemukan positif jentik serta membagikan abate sebagai salah satu langkah untuk mencegah jentik berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Kepala Puskesmas Gladakpakem, dr. Tunsiah, mengatakan angka tersebut masih perlu menjadi perhatian karena menunjukkan masih terdapat rumah yang memiliki potensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Dari 46 rumah yang kami periksa, tujuh rumah ditemukan jentik. Artinya, ABJ di wilayah tersebut sebesar 85 persen. Kondisi ini masih perlu diwaspadai karena masih ditemukan tempat yang memungkinkan nyamuk berkembang biak,” kata dr. Tunsiah.

Ia menjelaskan, keberadaan jentik dapat dipicu oleh genangan maupun tempat penampungan air yang tidak diperiksa dan dibersihkan secara rutin. Karena itu, edukasi diberikan langsung kepada warga agar pencegahan tidak berhenti setelah kegiatan PSN selesai.

“Pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara rutin. Bukan hanya mengandalkan pemberian abate, tetapi yang utama adalah menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah air, serta menghilangkan barang-barang yang dapat menampung air,” jelasnya.

Selain PSN, Puskesmas Gladakpakem juga melaksanakan CKG bagi warga RW 16. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah serta pemeriksaan awal bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan.

Antusiasme warga mengikuti CKG cukup baik. Melalui pemeriksaan tersebut, warga dapat mengetahui kondisi kesehatan lebih awal dan memperoleh arahan apabila ditemukan keluhan yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.

Kegiatan dihadiri dr. Tunsiah bersama tim kesehatan Puskesmas Gladakpakem, Puji Prahastyo, Kasi PMKS Kelurahan Kebonsari Endro Sugiyanto, koordinator lingkungan, staf Kelurahan Kebonsari, Babinsa Kelurahan Kebonsari serta kader Posyandu Cathleya 101.

Temuan tujuh rumah positif jentik menjadi pengingat bagi masyarakat RW 16 bahwa pencegahan DBD perlu dilakukan secara konsisten. Pemeriksaan lingkungan secara berkala dan pemberantasan sarang nyamuk dari rumah masing-masing diharapkan dapat menekan potensi perkembangbiakan nyamuk serta mencegah munculnya kasus DBD berikutnya. (aji)

Galeri Foto