Pusling Hadir di KB dan TK Darus Sholah, Tingkatkan Minat Baca Sejak Dini
- 22 April 2026
- Dibaca 175 Kali
Bagikan Via:
Pusling Hadir di KB dan TK Darus Sholah, Tingkatkan Minat Baca Sejak Dini
JEMBER, 22 APRIL 2026 - Kegiatan perpustakaan keliling (pusling) kembali digelar sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak usia dini. Pada Rabu, 22 April 2026, layanan pusling menyasar Kelompok Belajar (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Darus Sholah dengan membawa berbagai koleksi buku bacaan anak menggunakan satu unit bus perpustakaan keliling. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan dukungan petugas serta dibantu oleh anak magang.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan budaya literasi sejak dini kepada para pelajar. Sasaran kegiatan adalah siswa KB dan TK Darus Sholah yang antusias mengikuti setiap rangkaian aktivitas. Kehadiran pusling di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Secara kronologis, kegiatan diawali dengan kedatangan bus pusling di halaman sekolah yang langsung disambut oleh para siswa dan guru. Para pelajar kemudian diarahkan untuk memilih buku sesuai minat mereka. Setelah menemukan buku yang ingin dibaca, para pelajar menunjukkan buku tersebut kepada petugas agar nomor panggil dari buku tersebut dapat dicatat terlebih dahulu. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari edukasi sederhana terkait tata kelola perpustakaan.
Selanjutnya, para siswa membaca buku di area yang telah disediakan dengan suasana yang tertib dan kondusif. Setelah selesai membaca, para pelajar mengembalikan bukunya masing-masing kepada petugas dengan tertib. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran disiplin dan tanggung jawab bagi anak-anak sejak usia dini.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Jember, Kyrin Leda Wardhani, S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen dalam meningkatkan literasi masyarakat. “Kegiatan perpustakaan keliling ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan minat baca masyarakat serta memperluas jangkauan layanan perpustakaan hingga ke wilayah pelosok,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan pendidikan. Beberapa sekolah menjadikan kunjungan perpustakaan keliling sebagai kegiatan pendukung pembelajaran di luar kelas. Hal ini menunjukkan bahwa pusling tidak hanya menjadi sarana hiburan edukatif, tetapi juga berperan sebagai media pembelajaran alternatif yang efektif.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan minat baca anak-anak semakin meningkat serta terbentuk kebiasaan literasi sejak dini. Program pusling juga diharapkan terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. (cin)