Rapat Koordinasi Rambipuji: Persiapan Acara Akbar Bupati Bertemu Masyarakat
- 15 Juli 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Rapat Koordinasi Rambipuji: Persiapan Acara Akbar Bupati Bertemu Masyarakat
JEMBER, 15 Juli 2026 — Pendopo Kecamatan Rambipuji menjadi pusat perhatian ketika rapat koordinasi besar digelar, dipimpin langsung oleh Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, dengan didampingi Kasi PMKS Maret Trisia sebagai leading sektor kegiatan. Rapat ini bertujuan memastikan kesiapan acara yang akan menghadirkan lebih dari 4.000 perwakilan lembaga, tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Toga), serta segenap lapisan masyarakat pada 29 Juli 2026 mendatang. Ouput perencanaan kegiatan Bunga Desa yang akan dilaksanakan tersebut diharapkan menjadi inovasi pelayanan publik sekaligus percepatan pembangunan desa, menjadikan Kecamatan Rambipuji sebagai pionir di Kabupaten Jember.
Suasana rapat berlangsung penuh keseriusan dan antusiasme. Hadir segenap jajaran Kasi dan Kasubag Kecamatan Rambipuji sebagai PIC pengampu kegiatan, serta perwakilan dari berbagai dinas instansi vertikal seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporparbud), Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Diskoppumper), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes). Selain itu, hadir pula perwakilan dari desa yang menjadi lokasi kegiatan, yakni Desa Rambipuji, Pecoro, Rambigundam, dan Gugut, serta organisasi masyarakat seperti Laskar Sholawat Nusantara (LSN) dan Srikandi Muslimat.
Dalam arahannya, Camat Roni menegaskan bahwa seluruh teknis kegiatan sudah memiliki pengampu tanggung jawab yang jelas. “Siapa penanggung jawabnya, dinas apa, siapa namanya, dan nomor kontaknya sudah ditentukan,” ujarnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran acara, sehingga Bupati dapat bertemu masyarakat tanpa sekat, dengan kondisi yang tertib dan kondusif hingga akhir kegiatan. Roni juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar tidak ada detail yang terlewat, mulai dari pengaturan tempat, keamanan, hingga distribusi undangan.
Salah satu PIC dari Kecamatan Rambipuji, Jati, mengajukan pertanyaan terkait pendistribusian undangan yang jumlahnya ribuan dan menjadi tugas LSN serta Srikandi Muslimat. Ia menanyakan siapa yang bertanggung jawab atas biaya distribusi tersebut. Pertanyaan ini memunculkan diskusi hangat, mengingat undangan merupakan aspek krusial dalam memastikan kehadiran peserta sesuai target.
Menanggapi hal tersebut, Teguh dari Bakesbangpol menjelaskan bahwa seluruh biaya kegiatan akan ditangani oleh Event Organizer (EO) yang telah ditunjuk. EO akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak kecamatan dan desa yang menjadi lokasi kegiatan. Dengan demikian, kantor kecamatan maupun desa tidak perlu repot memikirkan kebutuhan teknis seperti meja, kursi, tenda, dan perlengkapan lainnya, karena semua akan diurus oleh EO. Penjelasan ini memberikan kelegaan bagi para pengampu kegiatan, sekaligus menegaskan bahwa beban kerja utama mereka adalah memastikan koordinasi berjalan lancar.
Sementara itu, Hadi dari Disporparbud menambahkan bahwa undangan untuk tokoh pemuda memiliki batasan usia, yakni maksimal 35 tahun dan minimal 21 tahun. Aturan ini dibuat untuk memastikan keterwakilan generasi muda yang produktif dan relevan dengan tema pembangunan desa. Hal ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam melibatkan pemuda sebagai motor penggerak pembangunan di tingkat lokal.
Rapat koordinasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh pihak untuk bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing. Camat Roni Herman Baza menegaskan bahwa suksesnya acara pada 29 Juli 2026 akan menjadi bukti nyata bahwa Rambipuji mampu menghadirkan inovasi pelayanan publik yang unggul dan menjadi contoh bagi kecamatan lain. Dengan dukungan penuh dari seluruh dinas, desa, organisasi masyarakat, serta EO, Rambipuji optimis menjadi tuan rumah yang sukses dalam menyelenggarakan pertemuan besar antara Bupati dan masyarakat.