Sinergi Kuat PGRI dan Pemkab Jember: Perjuangkan Kesejahteraan Guru, Wujudkan Pendidikan Maju
- 04 April 2026
- Dibaca 369 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Kuat PGRI dan Pemkab Jember: Perjuangkan Kesejahteraan Guru, Wujudkan Pendidikan Maju
JEMBER, 04 APRIL 2026 - Komitmen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali ditegaskan. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan berbagai program Bupati Jember, Gus Fawait, yang secara khusus sangat memperhatikan aspirasi dan kesejahteraan para pendidik di daerah tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris PGRI Kabupaten Jember, Ahmad Jali, S.Pd, saat menghadiri acara Halal Bihalal PGRI Cabang Gumukmas yang berlangsung di aula gedung PGRI Gumukmas, Sabtu, 04 April 2026.
Ahmad Jali mengapresiasi langkah Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait yang terus berupaya maksimal memenuhi hak-hak guru, meskipun dalam kondisi anggaran yang dilakukan efisiensi.
"Patutlah kita syukuri, walau anggaran Pemkab Jember mengalami efisiensi, namun Pemkab terus berusaha agar hak-hak ASN di Jember tidak terabaikan dan tetap terpenuhi," ujar Ahmad Jali.
Salah satu bukti nyata perhatian tersebut adalah pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tahun 2025 yang telah cair 100 persen. Selain itu, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) juga telah disalurkan dengan adil, baik untuk ASN, P3K, maupun P3K paruh waktu yang mendapatkan THR sebesar 50 persen.
"Gus Bupati terus melakukan lobi ke pusat agar kesejahteraan guru di Jember benar-benar terjamin dan sejahtera," tambahnya.
Sebagai bentuk balas budi dan dukungan terhadap pemerintah daerah, Ahmad Jali mengajak seluruh anggota PGRI untuk turut serta memajukan Jember. Salah satu caranya adalah dengan mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kita sebagai guru bisa membantu program Pemkab dengan jalan ikut mempromosikan dan mengunjungi tempat-tempat wisata di Jember. Hal ini untuk menambah PAD, yang nantinya kembali lagi menjadi anggaran untuk membantu kita, terutama saat Pemkab menghadapi tantangan efisiensi," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa hal ini tidak lepas dari dukungan solid seluruh anggota PGRI terhadap visi dan misi Gus Bupati.
Dalam menjaga kondusivitas dan keharmonisan, Ahmad Jali juga menekankan pentingnya mekanisme penyampaian aspirasi yang tertib. Ia meminta agar seluruh guru tidak perlu menyampaikan keluhan atau aspirasi secara langsung atau lewat jalur yang tidak formal, cukup melalui mekanisme organisasi.
"Anggota PGRI tidak perlu menggunakan wadah lain, cukup satu pintu saja. Mulai dari Ketua Ranting, diteruskan ke Kecabangan, lalu ke PGRI Kabupaten. Penguruslah yang akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah," tegasnya.
Cara ini dinilai penting agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat maupun di media sosial, sehingga program-program pembangunan dapat berjalan tepat pada sasarannya.
Poin penting lainnya yang disampaikan adalah ucapan terima kasih atas perjuangan Gus Fawait dalam status kepegawaian.
"Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada Gus Fawait yang sudah memperjuangkan tenaga Non-ASN diangkat jadi P3K paruh waktu, dan kami berharap selanjutnya bisa menjadi PNS ataupun P3K penuh waktu," ucapnya.
Ia juga mengingatkan momen kebahagiaan yang dirasakan bersama, yaitu diterapkannya kebijakan "Siswa Libur, Guru Libur" yang memberikan keseimbangan waktu kerja dan istirahat bagi para pendidik.
"Mari kita sampaikan ucapan terima kasih lewat media sosial bahwa Gus Fawait benar-benar telah berjuang untuk mensejahterakan guru. Karena hak kita sudah dipenuhi, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjalankan tugas dengan lebih baik lagi demi memajukan pendidikan di Jember," pungkas Ahmad Jali.
Pada kesempatan yang sama, Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, memberikan respons positif terhadap hal tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi maupun keluhan yang disampaikan melalui jalur PGRI akan mendapatkan perhatian serius.
"Yang disampaikan melalui PGRI, baik dari internal maupun eksternal, aspirasi maupun keluhan itu bisa kita tindaklanjuti agar nantinya kita bisa melakukan perbaikan," kata Dannie. (rir)