Rasa Memiliki Jadi Kunci, Poktan Penerima RJIT Dibekali Kelola Program dengan Baik
- 15 Juli 2026
- Dibaca 39 Kali
Bagikan Via:
Rasa Memiliki Jadi Kunci, Poktan Penerima RJIT Dibekali Kelola Program dengan Baik
JEMBER, 15 JULI 2026 – Keberhasilan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembangunan fisik, tetapi juga oleh komitmen kuat kelompok tani dalam mengelola dan merawat hasil pembangunan.
Pemahaman mendalam itulah yang menjadi fokus utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) penerima program RJIT. Kegiatan ini digelar di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember pada Rabu, 15 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan yang diikuti oleh 21 perwakilan Poktan, Gapoktan, dan HIPPA tersebut merupakan langkah strategis DTPHP Kabupaten Jember. Tujuannya adalah memastikan setiap penerima program mampu melaksanakan kegiatan sesuai dengan spesifikasi yang telah direncanakan, baik dari sisi administrasi, mutu pekerjaan, maupun ketepatan waktu pelaksanaan.
Dalam bimtek tersebut, dua narasumber teknis, Djoko dan Lukman, bersama Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Pertanian DTPHP Kabupaten Jember, Moch. Kosim, S.TP., M.P., memberikan arahan sekaligus penguatan kepada para peserta. Sinergi ini diharapkan dapat menjamin pembangunan fisik di lapangan benar-benar memberikan dampak positif bagi petani dalam jangka panjang.
Selain aspek fisik, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya transparansi anggaran dan pelaporan administrasi yang akuntabel. Hal ini krusial agar seluruh alokasi dana stimulan dapat dipertanggungjawabkan secara tepat, sekaligus mencegah terjadinya kendala hukum di kemudian hari selama proses pengerjaan proyek swakelola tersebut.
"Kami memberikan arahan agar pekerjaan di lapangan tepat sasaran dan sesuai regulasi. Kami juga memotivasi Poktan supaya memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap program ini, sehingga nilai manfaat dan umur ekonomis jaringan irigasi tersebut dapat meningkat secara signifikan," ujar Moch. Kosim saat memberikan arahan.
Melalui pembekalan intensif ini, DTPHP Kabupaten Jember berharap kelompok tani tidak sekadar menjadi pelaksana eksekusi program, melainkan mampu menjaga dan merawat hasil pembangunan secara berkelanjutan. Dengan tumbuhnya rasa memiliki, jaringan irigasi yang telah direhabilitasi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung produktivitas pertanian daerah, sekaligus memberikan kesejahteraan yang lebih lama bagi para petani setempat. (fan)