logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Ratusan Siswa SDIT Harapan Umat Ikuti Simulasi Gempa dalam Program SPAB BPBD Jember

  • 24 Juli 2026
  • Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
ratusan-siswa-sdit-harapan-umat-ikuti-simulasi-gempa-dalam-program-spab-bpbd-jember-20260724

Ratusan Siswa SDIT Harapan Umat Ikuti Simulasi Gempa dalam Program SPAB BPBD Jember

JEMBER, 24 JULI 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan melalui pelaksanaan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 23–24 Juli 2026, di SDIT Harapan Umat, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, ini diikuti sekitar 600 siswa, guru, serta Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS).

Program tersebut digelar berdasarkan surat permohonan dari Kepala SDIT Harapan Umat terkait pelaksanaan sosialisasi dan simulasi SPAB. Kegiatan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Sekretariat Bersama (Sekber) SPAB, civitas SDIT Harapan Umat, serta mahasiswa magang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai dasar-dasar kebencanaan, mulai dari pengenalan jenis dan potensi ancaman bencana di lingkungan sekolah, langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, hingga pengenalan Tas Siaga Bencana.

Para guru juga mendapatkan materi mengenai konsep SPAB, 10 langkah implementasi SPAB, penerapan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), serta pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang mencakup penilaian awal korban, penanganan cedera tulang, hingga teknik evakuasi dan transportasi korban.

Tidak hanya pembekalan teori, peserta juga mengikuti gladi ruang, gladi posko, gladi bersih, hingga simulasi gempa bumi yang melibatkan seluruh warga sekolah. Simulasi tersebut dirancang untuk melatih kemampuan evakuasi mandiri sekaligus menguji kesiapan Tim Siaga Bencana Sekolah dalam merespons kondisi darurat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Hasil kegiatan menunjukkan seluruh rangkaian Program SPAB berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Sebanyak 600 siswa mengikuti kegiatan dengan antusias, sementara guru dan anggota TSBS dinilai mengalami peningkatan pemahaman serta kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di lingkungan sekolah. Selain itu, peserta kini memahami prosedur evakuasi mandiri dan mekanisme pengaktifan Tim Siaga Bencana Sekolah ketika menghadapi situasi darurat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan harus menjadi bagian dari budaya sekolah agar seluruh warga sekolah memiliki kemampuan melindungi diri saat terjadi bencana.

"Program Satuan Pendidikan Aman Bencana tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan kepada siswa dan guru, tetapi juga membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Melalui pelatihan dan simulasi yang dilakukan secara langsung, kami berharap seluruh warga sekolah memahami prosedur penyelamatan diri, mampu melakukan evakuasi secara mandiri, serta mengaktifkan Tim Siaga Bencana Sekolah dengan cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat," ujar Maryani.

Menurutnya, sekolah merupakan salah satu tempat yang harus memiliki sistem mitigasi bencana yang baik karena setiap hari menjadi lokasi aktivitas ratusan peserta didik dan tenaga pendidik. Oleh sebab itu, kolaborasi antara BPBD, pihak sekolah, Sekber SPAB, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting dalam menciptakan satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap berbagai ancaman bencana.

Melalui pelaksanaan Program SPAB ini, BPBD Kabupaten Jember berharap kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan terus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah melalui latihan berkala, penguatan kapasitas Tim Siaga Bencana Sekolah, serta peningkatan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap pentingnya mitigasi risiko bencana sejak usia dini. (bob)

Galeri Foto