RELAKTASI….?????? BISAKAH……..??????
- 12 September 2022
- Dibaca 6411 Kali
Bagikan Via:
RELAKTASI….?????? BISAKAH……..??????
J-GEMAR JELITA
Relaktasi adalah upaya untuk mulai menyusui kembali setelah sempat berhenti. Relaktasi biasanya dilakukan oleh ibu yang sempat berhenti menyusui, namun memutuskan untuk memulai lagi. Seorang ibu bisa saja berhenti menyusui karena alasan sakit atau karena sejak awal memang kesulitan untuk menyusui.
Capain ASI Ekslusif yaitu Memberikan Air Susu Ibu Saja (ASI) pada bayi mulai usia 0-6 bulan di kabupaten Jember masih rendah sekitar 80 %. Oleh karena itu sebagai bentuk kepedulian RSD Balung dalam kondisi ini maka pada tanggal 9 September 2022 mengelar pelatihan Laktasi dan Relaktasi pada tenaga kesehatan Puskesmas di sekitar Rumah sakit balung yaitu :
1. Pkm Bangsalsari
2. Pkm Balung
3. Pkm Karangduren
4. Pkm Wuluhan
5. Pkm Lojejer
6. Pkm Ambulu
7. Pkm Sabrang
8. Pkm Andondgsari
9. Pkm Klatakan
Sesuiai dengan program UNICEF (theUnited Nations International Children's Emergency Fund) dan WHO (World Health Organization) yang merekomendasikan sebaiknya bayi hanya diberikan ASI (Air Susu Ibu) selama 6 bulan dan dilanjutkan pemberian ASI sampai bayi berumur 2 tahun (WHO, 2020). ASI eksklusif di Indonesia masih sebesar 52% pada anak umur di bawah 6 bulan dan median lama pemberian ASI eksklusif rata-rata hanya 3 bulan (SDKI, 2017).
Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya cakupan ASI eksklusif disebabkan masalah fisik dan psikologis. Ibu menyusui yang mempunyai masalah ASI kurang secara fisik hanya 5% (Hector and King, 2005) dalam (Zhang et al., 2018). Ibu menyusui yang menghentikan pemberian ASI eksklusif disebabkan persepsi ASI kurang rata-rata sebesar 25%-73% (Kent et al., 2021). Berdasarkan data riset kesehatan dasar pada tahun 2017 bahwa alasan anak umur 0-23 bulan belum atau tidak pernah menyusui di provinsi Jawa Timur di sebabkan ASI tidak keluar sebesar 70,2%, anak tidak bisa menyusui sebesar 3,9%, repot sebesar 2,7%, rawat pisah sebesar 8,8%, alasan medis sebesar 4,4%, anak terpisah dari ibunya sebesar 4,6%, lain-lain sebesar 5,4% (Kemenkes, 2018).
Rendahnya pengetahuan dan kurangnya dukungan menyusui menyebabkan ibu tidak memberkan ASI pada bayinya terutama 0-6 bulan usia bayi. Relaktasi adalah upaya untuk mengembalikan produksi ASI yang sempat terhenti atau menurun karena beberapa hal, seperti persepsi yang salah dan pemberian botol susu formula yang menyebabkan bingung putting, ibu dan bayi sakit, produksi ASI kurang, ibu kembali ingin menyusui atau bayi adopsi (Kayhan-Tetik et al., 2013).
Bidan adalah pemberian asuhan nifas dan menyusui yang utama di masyarakat. Namun, kompetensi Bidan terkait manajemen laktasi terutama relaktasi belum sepenuhnya merata. Oleh karena itu, penyelenggaraan Pelatihan Relaktasi Menyusui bagi Bidan di Kabupaten Jember dianggap penting dan efektif sebagai salah satu upaya peningkatan pengetahuan bidan terkait relaktasi dan meningkatkan cakupan pemberian ASI pada bayi.
Untuk Kepentingan ini RSD balung telah mengundang nara sumber narasumber yang sangat kompeten dibidang ini dan memberikan materi yang memang sangat dibutuhkan antara lain :
- Materi 1: Membangun Produksi ASI secara maksimal
Narasumber : Dr. dr. Satrio Wibowo, M.Si.Med., Sp.A (K)
- Materi 2: Masalah menyusui dalam sudut pandang fisik, psikis dan social
Narasumber : dr. Santi Sri Wulandari
- Materi 3: Reformasi Menyusui Masa Kini
Narasumber : Dewi Ariani, SST., M.P.H
- Materi 4: Relaktasi Menyusui
Narasumber : Yulia Silvani S.Keb, Bd. M.Keb
Pada kesempatan ini dalam sambutannya secara online kepala bidang kesehatan masyarakat meyampaikan agar peserta benar benar mengikuti kegiatan ini serta memupuk rasa kepedulian untuk mempraktekan ilmunya kepada masayarakat karena ada dua hal penting apabila kita bisa mendampingi seorang ibu dalam proses menyusui yaitu :
1. Bayi yang mendapatkan ASI akan mendapatkan gizi yang sesuai dan sekaligus kasih sayang orang tua sehingga akan menjadi bayi yang sehat, calon generasi berkualitas di masa depan
2. Keluarga yang menyusui bayinya tidak perlu membeli susu formula sehingga bisa menekan pengeluaran dan menyelamatkan ekonomi keluarga.
Punya ilmu kalau tidak ada kepedulian untuk berbagi juga tidak akan bermanfaat, Peduli dan Ihklas kunci terbaik dalam mendukung seorang ibu dalam memberikan ASInya.
Siang hari ramailah pekan
Malam hari barulah sunyi
Memang sudah kuasa Tuhan
Asi terbaik untuk si Bayi