logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Mayang

Rembug Stunting Tegalwaru Jadi Langkah Awal Perencanaan Pembangunan Desa 2027

  • 23 September 2026
  • Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
rembug-stunting-tegalwaru-jadi-langkah-awal-perencanaan-pembangunan-desa-2027-20260923

Rembug Stunting Tegalwaru Jadi Langkah Awal Perencanaan Pembangunan Desa 2027

JEMBER, 23 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menggelar Rembug Stunting Desa dalam rangka integrasi perencanaan pembangunan desa Tahun 2027, Selasa 23 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tegalwaru mulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi forum bersama untuk menyusun langkah nyata, terukur, dan tepat sasaran dalam upaya menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Rembug stunting dihadiri Camat Mayang Najmul Huda yang sekaligus memimpin jalannya kegiatan. Turut hadir Sekretaris Desa Tegalwaru beserta jajaran perangkat desa, Kasi PMKS Kecamatan Mayang, unsur Muspika, BPD Desa Tegalwaru, Ketua dan jajaran TP PKK, Bidan Desa, kader Posyandu, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari setiap dusun.

Kepala Desa Tegalwaru berhalangan hadir karena harus mengikuti kegiatan lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam arahannya, Camat Mayang Najmul Huda menegaskan bahwa upaya penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berhubungan dengan kualitas generasi pada masa mendatang.

“Hadirin sekalian yang saya muliakan, pagi ini kita berkumpul bukan sekadar untuk duduk, mendengar, lalu pulang. Kita berkumpul untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan—stunting adalah soal kualitas generasi, kecerdasan anak, dan kemampuan mereka membangun kehidupan di masa mendatang,” ujar Najmul Huda.

Ia mengingatkan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan program di lapangan.

“Penurunan stunting tidak bisa diserahkan kepada satu pihak saja. Bukan hanya tugas bidan, bukan hanya tugas pemerintah desa, dan bukan hanya tugas kader. Ini adalah tugas kita semua,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai aspek harus berjalan secara beriringan, mulai dari perencanaan anggaran, pemantauan ibu hamil, pemenuhan kebutuhan gizi balita, hingga penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak.

Kepada pemerintah desa dan BPD, Najmul Huda meminta agar setiap program yang direncanakan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menekankan pentingnya akurasi data, ketepatan sasaran, transparansi, serta sinergi antarpihak.

“Pastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai kepada yang berhak. Data harus akurat, sasaran harus tepat, dan pelaksanaan harus transparan. Kerja sama yang erat di antara Bapak/Ibu adalah kunci agar semua program yang direncanakan dapat berjalan lancar dan bermanfaat nyata bagi warga,” katanya.

Sementara itu, kepada para kader Posyandu dan Bidan Desa, Camat Mayang mengapresiasi peran mereka sebagai garda terdepan dalam pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

“Kalian adalah garda terdepan, mata dan telinga kita di lapangan. Setiap rumah yang kalian kunjungi, setiap informasi yang kalian sampaikan, adalah langkah nyata mencegah stunting. Tetaplah semangat karena peran kalian sangat berharga,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi serta meningkatkan kepedulian terhadap warga di lingkungan masing-masing.

“Jangan malu menyampaikan kendala, jangan ragu membantu tetangga yang membutuhkan. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan terbesar kita. Semoga Desa Tegalwaru menjadi desa yang bebas dari stunting, tumbuh generasi yang sehat, cerdas, dan kuat membangun daerahnya sendiri,” harap Najmul Huda.

Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan berbagai masukan konstruktif yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan stunting. Masukan tersebut antara lain mencakup pemantauan rutin terhadap ibu hamil dan balita, penyuluhan gizi di setiap dusun, pemenuhan pangan bergizi, serta peningkatan peran Posyandu agar semakin aktif dan diminati masyarakat.

Berbagai usulan tersebut disepakati untuk diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan Desa Tegalwaru Tahun Anggaran 2027. Dengan demikian, hasil rembug stunting diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi menjadi bagian dari program pembangunan yang dapat ditindaklanjuti secara konkret.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Rembug tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang akan menjadi bahan tindak lanjut dalam perencanaan pembangunan desa, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan dan kualitas gizi masyarakat. (ryo)

Galeri Foto