logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana

Rembuk Stunting dengan tema "Gotong Royong Optimalisasi Potensi Lokal Desa Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jember"

  • 29 Mei 2024
  • Dibaca 2555 Kali
Bagikan Via:
rembuk-stunting-dengan-tema-gotong-royong-optimalisasi-potensi-lokal-desa-dalam-percepatan-penurunan-stunting-di-kabupaten-jember

Rembuk Stunting dengan tema "Gotong Royong Optimalisasi Potensi Lokal Desa Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jember"

Rembuk Stunting dengan tema "Gotong Royong Optimalisasi Potensi Lokal Desa Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jember"

Acara di buka Bupati Hendy Siswanto yang dihadiri Wabub MB Firjaun Barlaman, BKKBN Provinsi, Kemenag, Dandim 0824/Jember, DP3AKB Jember, Kadinkes, Kepala DPMD, Kanit PPA Polres Jember, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua Dharma Wanita, Sekcam, 26 Lurah dan Kepala Desa serta undangan lainnya.

Bupati Jember menyampaikan dalam pembukaannya, Stunting diselesaikan dari hulu ke hilir dengan gotong royong optimalisasi potensi lokal Desa dalam percepatan penurunan Stunting, bahwa kita tangani tunas bangsa yang menggantikan kita. Dengan harapan, satu tujuan bagaimana negeri ini bisa menggolkan tunas bangsa lebih baik dari pada kita. Jika tidak di tangani dengan serius, pembangunan di kabupaten Jember jika penerus bangsa ini tidak di treatmen dengan baik.

Sementara itu Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman selaku Ketua TPPS Jember mengungkapkan bahwa ketika melakukan kunjungan kerja ke desa menemui pemberi asuh Stunting, kondisi anak sangat kecil sekali dan kurus. Disisi lain orang tua tidak memiliki meningkatkan ekonomi, ibunya tidak bisa apa - apa, sementara kebutuhan anak baik nutrisi maupun gizi hanya mempunyai air putih, tidak bisa membayangkan beban dihadapi keluarga.

Pemerintah Kabupaten Jember berhasil menurunkan angka stunting, sehingga tidak lagi nomor satu di Jawa Timur. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Pemkab Jember termasuk dalam 20 kabupaten dan kota yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 34,9 persen menjadi 29,7 persen. Penurunan ini membuat Jember berada di peringkat keempat prevalensi stunting tertinggi, setelah pada 2022 menduduki peringkat pertama. Kabupaten Jember juga lebih maju dalam hal program penurunan angka stunting. Capaian ini dipuji oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Tri Wahyu Liswati, dalam Rembuk Stunting, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember.