Raih Predikat ‘Sangat Baik’, Pelayanan Publik Kecamatan Jenggawah Kantongi Nilai 88,86
- 06 Juli 2026
- Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
Raih Predikat ‘Sangat Baik’, Pelayanan Publik Kecamatan Jenggawah Kantongi Nilai 88,86
JEMBER, 06 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Jenggawah kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima. Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester I Tahun 2026 yang digelar sepanjang Januari hingga Juni lalu, indeks pelayanan Jenggawah sukses menembus angka 88,86, yang menempatkannya dalam kategori Sangat Baik.
Survei berkala ini melibatkan 159 responden yang merupakan pengguna layanan langsung di Kantor Kecamatan Jenggawah. Melalui instrumen ini, masyarakat diberikan ruang penuh untuk menilai performa birokrasi secara objektif dan transparan.
Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Jenggawah, Evi Triana, mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas sinergi seluruh tim dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat.
"Nilai SKM ini adalah buah dari kerja keras seluruh petugas yang berinteraksi langsung dengan warga setiap hari. Namun, capaian ini bukan titik akhir. Ini justru menjadi bahan evaluasi dan bahan bakar motivasi kami untuk terus berbenah," ujar Evi, Senin 06 Juli 2026.
Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat tiga indikator utama yang mendominasi kepuasan masyarakat. Indikator pertama adalah akurasi tarif dan biaya, di mana warga menilai proses administrasi di Kecamatan Jenggawah sangat transparan dan bersih dari praktik pungutan liar (pungli) karena seluruhnya berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Selain masalah transparansi biaya, responsivitas dalam penanganan pengaduan juga mendapat rapor hijau. Ruang aspirasi, kritik, dan masukan dinilai berfungsi dengan sangat baik serta tanggap dalam menyelesaikan setiap keluhan warga. Hal ini disempurnakan oleh aspek kemudahan persyaratan administrasi yang dinilai jelas, ringkas, dan mudah dipahami oleh setiap pemohon layanan.
Sesuai prinsip transparansi publik, Pemerintah Kecamatan Jenggawah tidak menutup mata terhadap aspek yang masih memerlukan perbaikan. Hasil survei menunjukkan bahwa waktu pelayanan dan kualitas sarana-prasarana (sarpras) menjadi dua poin dengan nilai terendah dibandingkan unsur lainnya.
Menanggapi catatan tersebut, Evi Triana menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah taktis. Optimalisasi alur birokrasi, peningkatan kompetensi petugas, hingga digitalisasi layanan akan segera diperkuat demi memangkas waktu tunggu warga. Selain itu, penataan ulang ruang pelayanan dan fasilitas pendukung juga menjadi prioritas kerja ke depan.
"Masukan dari masyarakat adalah kompas kami. Kami berterima kasih atas partisipasi aktif warga Jenggawah yang telah mengisi SKM ini. Ke depan, kami berkomitmen melahirkan inovasi yang membuat pelayanan publik tidak hanya sekadar cepat, tetapi juga nyaman dan responsif," pungkas Evi. (fnd)