Di Balik Tugas ASN Bagian Umum dan Prokopim Laksanakan Verfal Data Kemiskinan Desil 1
- 22 April 2026
- Dibaca 227 Kali
Bagikan Via:
Di Balik Tugas ASN Bagian Umum dan Prokopim Laksanakan Verfal Data Kemiskinan Desil 1
JEMBER, 22 APRIL 2026 - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menjalankan tugas verifikasi dan validasi (verval) data warga miskin kategori Desil 1. Tugas tersebut juga dilaksanakan oleh pegawai di Bagian Umum, Protokol, dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Jember.
Pranata Humas Ahli Muda Prokopim, Dian Dwi Wahyuni, S.Sos., mengaku mendapat mandat melakukan verifikasi terhadap lima warga yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Silo, Mumbulsari, Sumberjambe, dan Pakusari.
“Saya memverifikasi lima orang yang tersebar di beberapa kecamatan. Alhamdulillah, semuanya sudah selesai,” ujar Dian, Rabu 22 April 2026.
Ia menjelaskan, proses verval dilakukan dengan intensitas tinggi, bahkan hingga malam hari, mengingat lokasi yang tersebar di beberapa wilayah. Dalam sepekan terakhir, ia bersama tim harus berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain.
“Pekan lalu dari pagi sampai malam kami melakukan verval di Sumberjambe dan Silo bagian selatan. Kemudian Senin malam di Mumbulsari, dan Selasa malam di Pakusari,” katanya.
Di balik padatnya aktivitas tersebut, Dian mengaku menemukan pengalaman baru, termasuk bertemu rekan sesama ASN dari berbagai instansi saat bertugas di desa-desa.
“Seperti bertemu teman di perantauan. Di Sumberjambe dan Silo, saya bertemu rekan dari instansi lain. Rasanya seru karena bisa saling berbagi pengalaman di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keindahan alam yang ditemui selama bertugas, khususnya di kawasan Desa Mulyorejo, Dusun Baban Barat. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah di tengah tugas yang dijalankan.
“Kami bisa melihat langsung pesona alam Jember, mulai dari pegunungan, perbukitan, hingga persawahan. Ini menjadi pengalaman berharga karena kami bisa mengenal lebih dekat wilayah yang sebelumnya belum pernah kami kunjungi,” tuturnya.
Dalam proses verval, Dian juga menemukan sejumlah ketidaksesuaian data penerima bantuan, seperti perbedaan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK), meskipun nama dan alamat sudah sesuai.
Salah satu temuan terjadi di Desa Mumbulsari, Kecamatan Mumbulsari. Warga yang bersangkutan bekerja sebagai penjual daun pisang dengan penghasilan kurang dari Rp600 ribu per bulan.
“Ada penerima bantuan yang baru pertama kali menerima. Nama dan alamat sesuai, tetapi NIK dan KK tidak cocok. Akhirnya kami lakukan perbaikan agar datanya valid,” jelasnya.
Dian menegaskan, tugas verval data warga miskin dijalankannya sebagai bentuk pengabdian, sekaligus ibadah dalam menjalankan tanggung jawab sebagai ASN. “Ini bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Kami jalani dengan niat ibadah,” ujarnya. (al)